Puri Agung Karangasem

Puri Agung Karangasem terletak di pusat Kota Amlapura- jaraknya sekitar 65 km dari Kota Denpasar

Setelah mengunjungi desa Tenganan, kami melanjutkan perjalanan ke ujung timur pulau Bali, tepat nya di sebuah istana peninggalan raja Karangasem yang bernama Puri Agung Karangasem, yang oleh masyarakat setempat disebut Taman Soekasada Ujung. Taman Soekasada Ujung terletak di Desa Tumbu.

Istana karang Asem

Perjalanan dari Desa Tenganan menuju istana Karangasem kami lalui dengan mulus tanpa hambatan, petunjuk jalan yang jelas kembali menolong kami. Setelah menyusuri jalan yang berkelok dari kota Amlapura akhir nya kami tiba di sebuah komplek seluas kurang lebih 10 hektar, dengan  membayar tiket masuk sebesar Rp. 3500, kami langsung di suguhi dengan pemandangan indah yaitu kolam yang luas, taman dan bangunan yang megah.Kesan pertama saya ketika masuk ke komplek istana ini adalah sepi nya pengunjung, bahkan sangat-sangat sepi, saya hanya mendengar percikan air dan desiran angin. Tapi bagi Chile, bangunan istana, kolam dan taman menjadi object poto yang menarik.

Istana karang asem

Istana karang asem from top

Istana karang Asem

Menurut hasil searching di google, hal yang menarik dari kompleks bangunan tersebut yaitu perpaduan tiga unsur budaya yaitu Bali, Belanda, dan Cina sehingga melahirkan arsitektur yang unik. Arsitektur Bali terlihat jelas pada motif dekorasinya berupa cerita-cerita wayang serta motif patra lainnya, arsitektur Belanda terlihat pada bentuk bangunannya yang memiliki gaya indis, dan arsitektur Cina terlihat pada pembuatan gapura masuk, kolam segidelapan, dan Bale Bundar (gasebo). Taman Soekasada Ujung dibangun pada tahun 1919 oleh raja terakhir Karangasem, I Gusti Bagus Jelantik

Road

Jembatan

long gate

Masih menurut google, kepemilikan Taman Ujung ini sekarang sudah diwariskan kepada ahli waris keluarga Puri Karangasem sehingga statusnya menjadi  milik pribadi tetapi pengunjung umum diperkenankan mengunjungi taman yang megah ini. Mungkin itu sebab nya bangunan ini tampak kurang terawat, dan tidak meninggal kan banyak barang pusaka.

Febee on Gate Istana Karang asem

Patung

Setelah puas mengelilingi hampir seluruh komplek istana, kami menyudahi kunjungan ini, siap-siap berangkat menuju Taman Tirtagangga. Saya membayangkan bangunan ini pernah mengalami masa jaya nya di masa lalu, ada banyak tamu-tamu agung dari manca negara berkunjung. Semoga saksi sejarah ini tidak habis di makan jaman dan terus terawat keindahan dan nilai sejarah nya.

danau

kepala gate

Gate

kepala gate Febee

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Others, Our Journey