Bromo – Kawah

Kawah Bromo : 06:00 WIB

Setelah puas melihat matahari terbit di Pananjakan dua, kami kembali ke parikiran mobil. Kondisi parkiran ini sangat kontras jika dibandingkan dengan kondisi semalam ketika kami  baru datang. Jejeran mobil jeep memenuhi area parkir dan meluas hingga ke jalan, hiruk pikuk pengunjung dan pedagang asongan berebut dengan derap langkah kuda. Suasana sepi semalam telah hilang..

Setiba nya kami di mobil, Pak Harry sudah menyiapkan sarapan buat kami dan perjalanan pun dilanjutkan. Jarak antara pananjakan dua ke kawah gunung bromo tidak lah jauh, kurang lebih 10 menit kami sudah sampai di kaki kawah.

jejeran jeep

Ternyata untuk sampai di kawah gunung Bromo kami harus berjalan cukup jauh, karena mobil hanya bisa mengantar sampai ke area parkir saja, sedangkan jarak dari area parkir ke kawah Bromo harus ditempuh dengan berjalan kaki sepanjang 2 km dan harus naik 250 anak tangga. Sebenar nya ada alternative lain kalau tidak mau jalan kaki, kita bisa menyewa kuda yang bisa mengantar sampai ke anak tangga pertama dengan harga Rp.50.00 , bisa juga lebih murah kalau bisa menawar.

siap mendaki

pasir di kawah

 

Sebenar nya dari awal perjalanan trip Bromo ini, Bapak Harry sudah menawari kami untuk naik kuda saja,  tapi saya, Ichil dan Evie lebih memilih jalan kaki saja. Saya sedikit menyesal dengan pilihan itu, karena perjalanan menuju kawah sangatlah tidak nyaman, debu pasir yang berterbangan membuat nafas sesak,  walaupun saya sudah menggunakan masker, tapi rasanya gak mempan. belum lagi kotoran kuda yang banyak berserakan dan beberapa kali saya nyaris tertabrak kuda.

berkuda menuju kawah

Akhirnya setelah melewati lautan padang pasir yang berdebu, kami sampai juga di anak tangga untuk mencapai kawah Bromo. Sialnya, perjalanan kami ke Bromo ini bertepatan dengan liburan panjang, jadi saya harus berdesak-desakan dan antri dengan pengunjung lain menaiki tangga, belum lagi kondisi anak tangga yang dipenuhi pasir dan cukup licin, kami harus ekstra hati-hati.

stairaway to kawah

step by step to kawah

Sesampainya di kawah Bromo, kami masih harus berdesak-desakan karena banyak nya pengunjung. Ternyata area bibir kawah Bromo ini tidak terlalu luas dan Kawah Bromo hanya dibatasi dengan pagar. Saking banyak nya pengunjung kami harus berebutan untuk mendapatkan spot foto yang bagus. Untung nya  Ichil masih cukup lihai untuk bisa mendapatkan object foto yang bagus.

kawah bromo

Rasanya kami tidak perlu berlama-lama menghabiskan waktu di kawah Bromo, jadi setelah mengambil foto kami segera bergegas turun. Perjuangan untuk turun dari kawah sama berat nya dengan perjalanan naik tadi. Tapi syukurlah ke repotan perjalanan naik dan turun terobati dengan pemandangan indah gunung Bromo dan hamparan padang pasir.

view from kawah

gunung bromo

Cerita Selanjut nya : Pasir Berbisik

Cerita Sebelum nya : Bromo – Sunrise

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Mountaineering, Our Journey