Hari minggu adalah hari berkumpul bersama keluarga. Setelah satu minggu kita habiskan waktu dengan urusan luar, maka hari minggu adalah waktu yang tepat untuk pulang ke rumah. Acara makan keluar bersama keluarga bisa menjadi pilihan, oleh sebab itu biasa nya pada akhir pekan banyak restoran yang penuh. Begitu juga dengan Sinou steak, sebuah resto steak di kawasan Senopati Jakarta selatan.
Keramaian sudah terasa ketika saya mencari tempat parkir, lokasi resto yang tepat bersebelahan dengan coffee shop yang sangat terkenal dengan kopi asli indonesia nya itu dan di tambah dengan area parkir yang tidak luas membuat saya memutuskan untuk menggunakan jasa valet saja. Penampakan Sinou Steak dari luar terlihat sangat meriah, suasana peternakan sapi ala western sangat kental terasa dengan adanya deretan ember-ember penampung susu dan gambar sapi nya, awal nya saya malah berpikir ini adalah milk shop
.
Begitu memasuki resto, suasana peternakan itu semakin kental terasa, mereka bermain main-main dengan interior yang menggunakan tumpukan jerami, ayam dan telur imitasi, taplak meja merah kotak-kotak dan tidak ketinggalan para pelayan menggunakan kostum overall lengkap dengan topi koboinya.
Setelah mempelajari menu, lalu saya dan ichil memutuskan memilih menu yang sama yaitu
rib eye wagyu [95] dengan tingkat kematangan medium well dan memilih black pepper sauce untuk saya.
dan tingkat kematangan medium dengan mushroom sauce untuk ichil. Sedangkan untuk minuman masing –masing kami memilih ice lemon tea (11) dan cocacola (12).
Ada cerita lucu mengenai urusan order meng order ini. Sebelum kami meng order menu, pelayan memberi kami lonceng sebagai alat panggil jika kami membutuhkan mereka, tapi lucu nya waktu saya membunyikan lonceng tersebut ketika akan menambah order, mereka cuek ber lalu lalang , tidak menghiraukan suara lonceng yang saya bunyikan. Kejadian yang sama terjadi juga pada pengunjung lain, jadi terpaksa kami harus memanggil “mas..tolong… “ Saya jadi mikir, buat apa fungsi lonceng ini ya kalau kami tetap harus angkat tangan dan tetap menggunakan bahasa manusia bukan bahasa lonceng.
Bisa dibilang pesanan kami datang cukup cepat. Menurut saya, cara penyajian steak ini tidak istimewa bahkan cendrung tidak menggugah selera makan saya yang sedang lapar. Dengan tidak sabar saya menunggu Ichil selesai motret, ingin segera merasakan rasa steak di depan saya. Setelah mendapat aba-aba ” boleh ” dari ichil, saya langsung memotong se iris kecil daging. Baguus, daging terasa lembut,saya tidak perlu bersusah payah me motong. Seperti kebiasaan saya, potongan pertama steak tidak saya campur dengan saus atau apapun untuk merasakan ke original an dan juicy nya si steak, sedih nya, saya tidak menemukan itu pada steak ini, dan keadaan di perparah dengan daging yang terasa dingin. Saya masih berharap dengan rasa saus nya, ingin merasakan jejak rasa kaldu pada olahan saus dan “gigitan” si lada hitam, tetapi sekali lagi saya harus kecewa. Untuk vegetable mix nya, saran saya adalah, sebaiknya tambahkan sedikit butter dan lada pada saat membuatnya, maka vegetable mix akan terasa nikmat, tidak terasa “adem”. Setali tiga uang dengan kondisi steak yang di order ichil.
Untuk harga yang menurut saya termasuk kategori medium, alangkah baiknya jika kedepan nya Sinou steak terus ber benah, baik pelayanan maupun rasa, agar bisa tetap terus mempertahan kan pengunjung yang sudah ramai.
Sinou Steak
Jl. Senopati Raya no. 35
+62215213011













