Seminggu terakhir ini, jika kita melewati Jl. Asia Afrika Depan Plaza Senayan, kita akan melihat deretan poster bergambar makanan yang diletakan dalam sebuah keranjang steam, Mungkin banyak yang bertanya-tanya, makanan apa sih itu ? bakpau atau siomay ya? tapi kok beraneka warna bak pelangi ? sebenarnya jika kita perhatikan lagi akan tertulis besar-besar xiao Long Bao, tapi pasti masih banyak dari kita yang bertanya-tanya lagi, itu nama makanan nya ? bukan nama restoran nya yah ?
Jika memang masih bingung, saya sarankan untuk datang saja ke restoran Paradise Dynasty. Sebuah restoran casual dining yang merupakan franchise dari Singapur yang berada di Plaza Senayan area P5, dan Xiao Long Bao merupakan salah satu menu highlight dari restauran ini. Pada hari minggu kemarin, Ioflife mendapat undangan untuk mengikuti panel food testing di Restoran Paradise Dynasty, Restoran yang menyediakan menu makanan dari cina Utara dan Selatan.
Jam sebelas pagi saya dan ichil tiba di Plaza Senayan dan langsung menuju lantai P5, tidak sulit menemuka restoran ini, konsep design dapurnya yang terbuka langsung menarik perhatian saya, berbeda dengan restoran lain nya yg berada di lantai yang sama. Entah kenapa saya selalu tertarik dengan retoran yg memiliki konsep dapur terbuka seperti ini, karena menunjukan retoran tersebut Fresh and Clean, terbukti pada restoran Paradise Dynasti ini saya melihat semua koki yang bekerja di dapur memakai masker untuk menjaga ke bersihan makanan. Dan di dalam restorannya pun ada satu pojokan yang berbatasan langsung dengan dapur hanya berbatas dengan kaca transparan, sehingga sambil menikmati hidangan kita bisa melihat atraksi para koki dan chef mengolah makanan, menarik sekali
Interior ruangan restoran ini sangat kental dengan nuansa oriental yang mewah, langkah awal memasuki ruangan akan disambut foye dari artificial laci-laci kecil china yang terlihat sangat unik untuk dijadikan hiasan mengingatkan akan toko obat china, cukup eye catching. Ke kentalan oriental-an nya pun terus berlanjut dengan alunan musik china dan sapaan ramah selamat datang dari waiters dengan menggunakan bahasa china untuk menyambut kita.
Siang itu kami dan para food blogger lain nya langsung disambut oleh Mbak Ellen sebagai wakil dari Restoran Paradise Dynasty, beliau mempersilhkan kami untuk mencicipi menu-menu yang ada. Pada buku menu Restoran Paradise Dynasty ini tertera menu yang mengandung Pork dan no Pork, sebagai muslim tentu saja saya memilih menu yang tidak mengadung Pork, menu yang saya pilih adalah :
Xiao Long Bao No Pork (enam buah)

Deep-fried Diced Chicken in Szechuan Style (Rp.55.000)

Chilled Salted duck Slices (Rp.38.000)

Baby Bamboo shoots in Oyster Sauce (Rp.32.000)

La Mian with Poached Marbled Beef in Szechuan Style (RP.58.000)

Sauteed Fresh Water shrimps with Garden Green (Rp.88.000)

Chilled japanese Cucumber in garlic Vinegar (Rp.32.000)

Makanan Non Halal :
*Kami tidak mencicipi makanan dibawah ini
La Mian with Sliced Pork in Signature Pork Bone Soup

Deep Fried Pork Ribs With Garlic

Ayoo kita mulai ber-petualangan Rasa, dimulai dengan Xiao Long Bao, karena saya tidak makan Pork saya hanya mendapat 3 buah warna saja, yang arti nya hanya tiga isi yang bisa saya coba, yaitu isi original, keju dan gingseng. Seperti saya katakana di atas tadi Restoran Paradise dynasti mempunyai menu inofatif berupa Xiao Long Bao berwarna-warni yang setiap warna mendakan rasa yang berbeda: Original, Gingseng, foie gras (hati angsa), jamur black truffle, keju, telur kepiting, bawang dan Szechuan. Untuk menjamin rasa yang optimal dari 8 rasa yang berbeda ini, sebaik nya urutan makan nya di mulai dari rasa yang original hingga rasa dengan tingkat ke pedasan tinggi.
Xiao Long Bao adalah sejenis yang memiliki kaldu didalamnya, Makanan ini berasal dari RRC bagian selatan, terutama Shanghai dan Suzhou. Makanan ini biasa disajikan menggunakan keranjang bambu karena proses memasak makanan ini memang dikukus menggunakan keranjang bambu. Dari tiga rasa Xiao Long Bao yang saya coba, favorit saya adalah rasa original nya, kaldu yang keluar ketika kita sobek si kulit tidak terasa amis sama sekali dan cacahan daging ayam nya pun terasa lembut. Untuk yang rasa keju, mungkin agak sedikit ganjal menggambungkan rasa keju dengan olahan daging ayam, karena rasa si daging ayam akan tertutup oleh rasa keju yang dominan, tapi bagi saya yang menyukai keju hal ini tidak masalah. Karena saya tidak tau rasa nya gingseng, jadi saya gak bisa komentar untuk Xiao Long Bao rasa gingsen, karna saya hanya merasakan rasa kaldu yang sama dengan rasa original. Untuk lebih lengkap nya saya akan membuat tulisan khusus mengenai Xiao Long Bao pada postingan ioflife berikut nya.
Untuk menu yang lain secara garis besar menurut saya rasa tidak mengecewakan. Chilled Salted duck Slices yang saya pilih juga sempurna, dari penampakan saya melihat lapisan lemak di antara daging bebek, jika cara masak nya tidak bagus pasti akan terasa amis, tapi tidak dengan Chilled Salted duck Slices Rp.38.000. Daging terasa lembut tanpa rasa amis sedikit pun, rasanya saya bisa menghabiskan satu porsi seorang diri. Setelah mencicipi Chilled Salted duck slices saya beralih ke menu Deep-fried Diced Chicken in Szechuan Style, yaitu daging ayam yang di goreng kering di olah dengan ciri khas propinsi Senzhuan, yaitu irisan cabe kering yang bertaburan dengan tambahan peppercorn sehingga menghasilan rasa pedas yang juga menjadi ciri khas masakan Szechuan. Sama dengan menu La Mian with Poached Marbled Beef in Szechuan Style yang saya coba sebagai menu berikut nya, kuah Szechuan nya sangat original, saya dapat merasakan perpaduan bahan-bahan yang terkenal dalam masakan Sichuan seperti bawang putih, cabai, jahe, ladan serta Sichuan peppercorn yang unik sehingga menghasilkan rasa pedas yang unik di dalam mulut, sensasi pedasnya membuat mulut seperti “kesemutan”, meminjam istilah nya Jenny.
Begitu juga dengan menu berikut nya yaitu Baby Bamboo nya, saya tidak menemukan jejak baru rebung dalam setiap potong baby bamboo, bau yang biasanya sangat mengganggu, tingkat kematangan juga pas tidak over cook. Sayang sekali menu terakhir yang saya coba yaitu Water shrimps with Garden Green terasa sedikit asin buat lidah saya. Sebagai Penutup saya mencoba :
Chilled Aloe Vera and Osmanthus Jelly in Honey Lemon Juice, minuman segar yang berisi potongan aloe vera dengan bunga dan biji herbal yang menghasilkan rasa segar pada minuman, menurut saya minuman ini juara.

Redbean pancake, Menurut keterangan Sinta yang lama tinggal di Cina, redbean pancake ini adalah jajanan traditional khas Cina, hampir di restoran-restoran bahkan penjual pinggir jalan menjual redbean pancake ini. Redbead pancake ini sendiri adalah kacang merah yang di tumbuk halus di lipat di dalam adonan tepung mirip dengan martabak telur disini, lalu di goreng hingga si kulit kering, rasanya enak, perpaduan yang pas antara manis nya kacang merah dengan guirh nya si kulit tepung, sayang redban pancake yang saya coba ini terlalu berminyak.

The Dessert
Di antara kesempurnaan rasa yang di tawarkan oleh Paradise Dynasty, saya berharap restoan ini tidak menggunakan MSG yang berlebih, setelah menikmati rentetan menu-menu yang ada di siang itu saya merakasakan haus berkepanjangan dan ini adalah indikasi kecil dari tubuh saya apabila bertemu dengan MSG.
Selain itu ada hal lain yang menjadi concern saya, pemisahan alat bantu untuk makanan Pork dan Non Pork, karena saya melihat kemarin gunting yang digunakan untuk menggunting La Mian yang mengandung pork dan tidak mengandung Pork tidak bisa dibedakan sama sekali. Semoga hal-hal kecil seperti ini tidak menjadi boomerang bagi Paradise Dynasty.
Secara keseluruhan saya sangat puas dengan hidangan dan pelayanan yang di tawarkan, semoga Paradise Dynasty dapat menjaga konsistensi nya. Restoran Paradise Dynasty buka tanggal 14 Juni 2011 dan hinggal tanggal 19 Juni nanti akan ada promosi untuk pembelian Xiao Long Bao seharga Rp. 8.888 saja.
Paradise Dynasti
Plaza Senayan Lantai P5
Jl. Asia Afrika
Jakarta





















