Jakarta Culinary Festival-Food Blogger Dinner

Kemarin malam ioflife.com beruntung terpilih mendapat undangan JCF Food Blogger’s Dinner yang merupakan salah satu spesial event di Jakarta Culinary Festival 2010, yang diselenggarakan oleh Ismaya Group bersama dengan goorme.com.

Invitation

Saya dan Ichil merasa beruntung sekali bisa ikut berpartisipasi dalam acara yang diadakan di Pop – UP Restaurant & Bar, Grand Indonesia. Acara dinner malam ini terbagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama adalah talkshow dengan nara sumber yang sangat ahli dibidangnya. Sebut saja nama Ivan Sielegar sebagai founder http://www.goorme.com. Pada kesempatan ini Ivan membagi pengalamanya membuat sebuah portal kuliner di Jakarta yang diharapkan menjadi yang tebesar-Amin, begitu juga dengan Erza S.T seorang food writer yang menjadi kontributor untuk The Jakarta post, Jakarta Post weekend, Fry Trevel dan majalah herwold yang memberikan tips and triks kepada bloggers yang hadir agar dapat menulis review makanan dengan benar. Terakhir, para bloggers juga mendapat  ilmu food fotography dari Hermawan Sutanto, seorang Food photographer yang memperkenalkan “Foodtography”, Sebelum memasuki session ke dua, Gala Dinner,para undangan di suguhi dengan demo membuat Sushi oleh Hugo Adrian – Executive Chef Of Blowfish Kitchen & Bar.

1stevent

Akhirnya Gala Dinner di mulai. Untuk acara Food Blogger Dinner disajikan tujuh menu yang diolah oleh chef-chef handal. Sebagai pembukanya setiap undangan mendapat complimentary welcome drink : dengan pilihan Erdigner beer atau ketel one lychee martini. Dan untuk menemani jalannya dinner malam itu ada 3 pilihan wine yaitu : G7 reserva cabernet sauvignon, G7 Shiraz dan G7 Chardonnay. Namun sayangnya karena saya tidak minum alcohol maka saya tidak bisa menikmati semua minuman tersebut.

Thewine

Untuk pilhan mineral waternya, kami ditawarkan 2 pilihan Acquapanna untuk natural mineral water dan S. Pellegrino untuk sparklingnya, dan pilihan saya Acquapanna untuk teman makam malam saya.

Menu

1. Balinese Chicken Salad with coconut vegetables and sambal matah, by Fahmi Widarte, Corporate Chef dari Rotaryana Prima.

Entah disengaja atau tidak, menu pertama ini sangat berbau Indonesia. Balinese Chicken Salad hadir dalam dua potong ayam ukuran kecil yang diletakkan sebagai topping diatas sayuran yang terdiri dari toge,bayam, kacang panjang yang bercampur dengan parutan kelapa yang sudah berbumbu. Jika diperhatikan, balinese chicken Salad ini sedikit mirip dengan urap, tapi sesuai dengan namanya, saya menemukan jejak rasa bumbu ase genap yang menjadi ciri khas masakan Bali, terimakasih kepada chef yang tidak malu-malu dengan bumbu, karna saya masih merasakan pedas di ujung rasa. Menurut saya, menu pertama ini sempurna apalagi potongan ayam nya lembut dan sudah melalui proses marinated terlebih dahulu, sehingga dapat mengimbangi rasa salad yang sudah kaya bumbu.

Balinese Chicken Salad

2. Braised Wagyu Beef Cheek in Sweet Miso by Hugo Adrian – Executive Chef Of Blowfish Kitchen & Bar sebagai Hot appetizer.

Tidak banyak yang bisa saya ceritakan dari menu kedua ini, sebagaimana kita ketahui bersama daging Wagyu mempunyai tekstur yang lembut, sehingga tanpa perlu proses pematangan yang lama. Dan menurut saya daging wagyu cukup di olah dengan bumbu yang sederhana saja, agar rasa lembut dan juicy dari daging dapat kita nikmati. Mungkin teori itu yang ingin di suguhkan oleh chef  Hugo dalam mengolah Braised wagyu beef cheek yang menjadi menu kedua malam ini. Daging wagyu yang juicy terasa pas sekali di sandingkan dengan kuah miso yang terasa manis di mulut di tambah potongan Daikon yang lembut sebagai pelengkap menu menjadikan saya jatuh cinta dengan menu ini.

Braised Wagyu

3. Autentic sultan’s tomato Cream Soup oleh Agus ishermawan – head Chef of ismaya catering.

Jujur saja, disetiap sendok yang masuk ke mulut saya ketika saya mencoba tomato cream soup ini, otak saya berpikir keras, indgridients apa yang diracik oleh sang chef untuk membuat tomato cream soup se-enak ini. Yang saya tau, proses membuat tomato cream soup bisa dibilang mudah dan bahan yang digunakan juga simple. Akan tetapi jika mencicipi tomato cream soup ala Chef Agus Ismawan ini, rasanya tidak lah sesederhana itu. Karakter soup dengan kekentalan dari cream nya sangatlah pas tidak terlalu cair maupun kental. Mungkin sang Chef memasukan ingredient’s magic ke dalam soup nya sehingga dapat menyihir saya dan teman-teman menobatkan tomato cream soup ini sebagai appetizer juaranya malam ini. Ditambah, Chef agus ismawan memberikan surprise kepada kami dengan menambahkan foie gras ke dalam masing-masing mangkok tomato cream soup kami.

Authentic Sultan Tomato Soup

4. Red shell pasta with duck ragout, pine nut and rocket salad oleh Gianfranco Beltrame – italian chef de Cuisine at Casa D’oro, hotel Indonesia kempinski jakarta.

Seperti kata pepatah, tidak ada gading yang tak retak. Begitu juga dengan menu malam ini. Pada menu ke-4 yang dihidangkan malam ini, lidah saya menemukan rasa yang kurang dengan sajian Red Shell Pasta. Mengapa demikian? alasan pertama, pasta yang dihidangkan over cooked sehingga terasa terlalu lembek dan alasan kedua, saus pastanya juga terasa membosankan walaupun chef Gianfranco mencampurkan bebek dan pine nut didalam saus pastanya, sehingga mohon ma’af saya tidak sanggup menghabiskan sepiring kecil Red shell pasta with duck ini.

Red Shell Pasta

5. Chilean sea bass – sofyan joshua – technical Culinary chef of sukanda djaya.

Jujur saja rasanya perut ini sudah penuh dengan sajian sebelumnya, namun ketika sajian ke lima ini disajikan di meja rasanya kembali perut ini berongga dan siap menampungnya. Potongan ikan tampil dengan warna yang sangat sempurna dan pada gigitan pertama saya merasakan tekstur daging ikan yang sangat lembut di lidah dengan tidak banyak bumbu yang bermain diantaranya.

Dalam proses steam ikan ini chef sukanda sangat minimalis dengan bumbu namun kehebatan dari sajian ini saya sama sekali tidak merasakan rasa amis ikan sehingga kesegaran ikan menonjol sempurna untuk sajian ini.

Namun ternyata sensasi akan Chilean Sea Bass ini terus berlanjut, ketika saya mencoba mencampurkan pine nut dengan potongan ikan kedalam mulut saya, oh my good… real sensation, rasa kacangnya bercampur dengan ikan yang lembut berbalut bumbu minimalis sehingga menambah keindahan rasa yang bermain dengan irama yang memasuki refrain dalam sebuah lagu, tiap kali kunyahan yang saya rasa sensasi itu semakin nyata, sempurna untuk sajian ini dan rasanya ini menjadi main course juaranya.

Chilean Sea Bass

6. Short Ribs by ignacio virgen jimenez – chef de Cuisine of potato head.

Satu lagi hidangan daging yang disuguhkan malam ini. Short rib, Potongan daging rib tampil dengan warna coklat yang pas dan terlihat tender, disiram dengan saus serta potato hot foam dan 2 potongan mini carrot diatas nuts fake. Beruntung saya mendapat potongan daging dengan tingkat kematangan medium, dimana potongan daging didalam nya masih tampak kemerahan sehingga saya dapat merasakan benar bagaimana juicy nya. Overall short rib ini menggugah selera, bagaimana campuran saus dan potato hot foam membalut secara sempurna dalam menghantarkan potongan ribs ini, hanya sedikit disayangkan short ribs ini disajikan paling akhir, sehingga sensasi yang dirasakan sedikit anti klimaks, apabila sajian ini dikeluarkan pada awal saya rasa makin banyak celah-celah kenikmatan yang bisa berceloteh didalam nya.

Short Rib

7. Green tea cake ala tropicale – Rinrin marinka, artistic chef.

The dessert is come, menu ke 7 dari acara blogger dinner malam ini ditutup dengan sajian Green tea cake, Pada umumnya sebuah cake yang tersajikan hanyalah sepotong cake kecil yang mungkin sedikit ditambahkan whipped crediatasnya. Namun kali ini Chef Ririn, sedikit nakal dengan mencampurkan beberapa buah tropical yang eksotis untuk disandingkan dengan cake dengan berbahan dasar green tea.

Cantik sekali, itulah komentar pertama yang ada di benak saya. Di atas sebuah piring berwarna putih ceper potongan green tea cake diberikan toping vanila ice cream lalu cincangan buah mangga, buah marqisah, dan kelapa bkar tak lupa seberkas jejak greentea bubuk, menambah efek sajian dessert dalam nuansa tropical.Tekstur cake bisa di dibilang bukan jenis cake chiffone yg lembut, agak keras untuk ukuran cake. Tapi itu bukan masalah, dengan mencampur setiap potongan cake sebelum masuk ke mulut dengan masing-masing pelangkapnya membuat saya bisa menghabiskan menu ini dalam sekejap.

Greentea Cake

Setelah menu ke 7 tersajikan, pembawa acara malam ini memanggil satu per satu chef yang telah menyajikan 7 keajaiban menu yang tersaji. Dari tangan-tangan mereka terciptalah sajian makanan dengan keindahan bumbu serta olahan rasa dengan penuh cinta yang dibagikan kepada kami para pecinta makanan yang senang menulis. Lalu tak lupa di setiap akhir acara selalu diberikan doorprice,malam ini untuk doorprice-nya 3 buah ID Card Ismaya group dan 1 buahSony camera blogger, sayangnya malam ini kami kurang beruntung. Terima kasih Ismaya Group dan Gourme.com sebagai pihak penyelenggara, sampai jumpa tahun depan di Jakarta Culinary Festival.

Oiya untuk setiap undangan yang datang diberikan goodie yang isinya, kopi espresso dan Food guide dari miele

The Goodie bag



One response to “Jakarta Culinary Festival-Food Blogger Dinner”

  1. VN says:

    Iye, gue liat pastanya dari foto2 Jeny & Grez kok kayaknya aneh. Dari gambar, gue curiga itu menu yg paling gak sukses :))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *