Wedang Ronde

Kalau ditanya darimana wedang ronde itu berasal? Saya tidak tahu jawabannya,saya hanya dapat mengira-ngira, menurut saya wedang ronde berasal dari pulau jawa. Kenapa begitu? Karena berdasarkan pengalaman travelling saya di pulau jawa mak saya dapat menemukan dengan mudah penjual ronde, sebut saja Semarang, Yogya, Klaten, Solo, Sukabumi, Bandung. Saya tidak menemukanya di Kota Bukit Tinggi, Sumatera Barat, walaupun Bukit Tinggi ber udara sejuk, udara yang paling cocok untuk menikmati wedang ronde.

Wedang Ronde sendiri dapat diartikan “wedang” yang berarti minuman yang disuguhkan panas-panas, sedangkan “ronde” saya tidak tau artinya apa. Minuman ini dasarnya adalah seduhan ekstrak jahe yang diparut, bercampur dengan gula putih atau gula merah untuk kuahnya, dipadu dengan bola-bola ketan berwarna yang berisikan kacang tanah yang disangrai.

Di Jakarta sendiri akhir-akhir ini saya menemukan banyak penjual wedang ronde, ternyata udara Jakarta yang panas tidak menghalangi kenikmatan menyantap hangatnya wedang Ronde. Begitu juga dengan saya, suka banget sama wedang Jahe. Dan Secara kebetulan, beberapa hari yang lalu saya berturu-turut selama dua malam menikmati wedang ronde dari tiga tempat yang berbeda, jadilah saya mengadakan “perang” Ronde. Demikian hasil reportase nya :

Ronde Gardujati

Jalan Gardujati

Pinggir jalan tidak jauh dari Hotel Trio – Bandung

Buka : Malam Hari

ronde1

Weekend kemarin saya menghabiskan waktu di Kota Bandung, karena perginya bersama kedua orang tua, saya tidak bisa banyak menikmati tempat-tempat kuliner yang agak “nyeleneh”,cukup tempat jajan yang “aman-aman” saja. Malam hari, setelah balik ke hotel, saya iseng BBM an sama Kang Harnas, si empunya Bandung, Tanya tempat jajan yang enak sekitaran hotel tempat saya menginap. Kang Harnaz menyarankan saya untuk melipir ke Jalan Gardujati. Saya yang sudah bergelung di balik selimut langsung meloncat waktu kang Harnaz bilang disana ada Ronde yang enak banget, dengan embel-embel “harus coba”. Sepuluh menit kemudian saya sampai di Jalan Gardujati, sesuai petunjuak Kang Harnaz, saya parkir mobil di Hotel Trio, lalu jalan menyusuri sepanjang jalan Gardujati, yang ternyata salah satu daerah pecinan di Kota Bandung.
rondeGJ_front
Ada dua tempat penjual Ronde di jalan ini, yang pertama Ronde Warna-warni yang berjualan di dalam bangunan toko dan satu nya Ronde Gardujati yang berjualan di tenda,emperan jalan. Ingat kata nya Kang Harnas “ Gerobak Penjual ronde nya di sebelah tukang jualan bola-bola ubi Feb”, saya langsung mengenali penjual ronde yang di maksud ketika melihat gerobak berisi makanan berbentuk bola-bola sebesar kepal tangan dewasa berwarna orange, “pasti ini deh bola-bola ubi yang di maksud Harnaz” Pikir saya. Dan ini pasti penjual ronde yang di maksud Kang Harnas waktu liat di sebelah nya ada gerobak dengan Tulisan Ronde Jahe Gardujati.

rondeGJ_campur_s

Ronde Gardujati sudah ada sejak tahun 1986, dari menu yang saya baca mereka menjual macam-macam ronde, Ronde durian (Rp.11), Tahu ronde (Rp.11), Ronde soya (Rp.11),Kembang tahu (Rp.7000), Ronde kecil (Rp.10), Ronde campur (Rp.10)dll.

rondeGJ_soya

Saya order ronde Campur dan Ronde Soya. Ronde Campur adalah ronde dengan rasa kuah hasil racikan sari jahe dengan gula merah dan campuran bola ronde yang berisi kacang dan ronde kecil. Sengaja saya memilih ronde campur karena saya ingin merasakan ke original an si ronde. Ternyata memang dari seruputan pertama saya langsung bisa membuktikan ke dasyatan rasa si kuah ronde, diantara rasa manis yang pas menyeruat rasa sari jahe dengan kepedasan yang tidak menggigit. Tekstur si bola ronde nya juga lembut,tidak melawan ketika digigit. Untuk Ronde Soya nya juga juara, kuah Soya nya tidak terasa langu,rasa kedelai nya tidak dominan jadi bisa dinikmati, enaaak banget. Pantes deh kang Harnas memberi Julukan “Harus Coba”

rondeGJ_all

Ronde Warna-Warni (bandung)
Jalan Gardujati
Ruko Samping Hotel Trio – Bandung
Buka : Malam Hari

Seperti saya singgung diatas, jalan Gardujati ini adalah daerah pecinan yang sepanjang jalan nya penuh dengan penjual makanan. Menyesal saya sudah makan malam, jadi space di perut saya tidak sanggup lagi menampung sate ayam, bubur ayam, bakso tahu, mie darogdog dan makanan lainnya yang terlihat menggoda. Mungkin di lain waktu kunjungan saya di Bandung, saya menyempatkan diri khusus untuk menjelajahi kuliner di jalan gardujati ini.

Kembali ke wedang ronde, setelah menikmati ronde jahe Gardujati saya berencana pulang ke hotel, kebetulan mobil diparkir tidak jauh dari toko ronde jahe warna-warni. Saya jadi penasaran rasa rondenya gimana? Kok dia PD banget jualan deket-deket sama ronde Gardujati. Akhirnya saya mampir.

Ronde_Warnawarni3

Karena memang niatnya karena penasaran, saya jadi order satu menu aja, yaitu ronde jahe campur, sengaja saya samakan dengan pesanan saya sebelumnya di ronde Gardujati, biar bisa dibandingin.Ronde hadir di dalam mangkok ukuran cukup besar dibanding ronde jahe Gardujati.
Ronde_Warnawarni1

Ketika mencoba seruputan pertama, saya langsung merasakan manis gula merah yang dominan baru setelah itu samar-sama keluar rasa jahenya. Untuk bola-bola rondenya, sesuai dengan nama toko, bola-bola ronde hadir dengan campuran warna yang berwarna-warni di setiap bola ronde.Sebagi pembeda dari ronde-ronde pada umumnya, disetiap ronde mereka mencampur nya dengan biji wijen, ide yang menarik. Tapi secara keseluruhan, Saya lebih suka dengan ronde jahe Gardujati.

Ronde_Warnawarni2

Ronde Fantasi (Jl. Pesanggrahan-Jakarta)
Jalan Pesanggrahan
(merupakan cabang dari Muara Karang dan ada beberapa cabang lain di Jakarta)

Fantasi Ronde Djahe ini baru membuka cabang di Jalan Pesanggrahan, tidak jauh dari rumah Ichil. Sejak buka sebulan yang lalu tenda ronde ini selalu ramai pembeli. Ketika saya datang, hanya tinggal satu meja yang tersisa. Fantasi ronde Djahe ini tidak khusus menjual ronde Djahe saja ada banyak makanan camilan yang ditawarkan. Ada tahu gejrot, mie kangkung, aneka roti bakar, Kolak pisang, kolak Thailand sampai soto mie. Untuk minumannya juga ada banyak yang ditawarkan, es sekoteng, es duren, berbagai macam jus, sekoteng spore sampai bandrek.

Ronde_Fantasi_front

Untuk malam ini saya dan Ichil order Ronde Jahe, es duren dan soto mie. Ronde Jahe, Rp 10.000. Semangkuk wedang kacang jahe yang saya pesan, disajikan dalam mangkuk keramik mungil putih plus piring mungil sebagai tatakan. Beberapa butir ronde warna-warni berenang-renang dalam air jahe yang berwarna kecoklatan. Untuk rasa, manis nya gula merah dan rasa jahe begitu dominan, tekstur ronde juga sedikit kelembekan menurut saya, walau gerusan kacang tanah dalam ronde cukup boros. Jujur saja, saya lebih suka ronde Gardu jati, tapi jauh yaah kalau mau menikmati wedang ronde yang enak harus ke Bandung. Saya janji akan mampir lagi ke Fantasi Ronde Djahe untuk mencoba menu yang lainnya.
Ronde_Fantasi



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *