Semeru : Day 1

Lokasi : Gunung Semeru – Jawa Timur

Dahulu kala, di abad ke 15 para Dewa di khayangan merasa ada satu pulau di Bumi yang bernama pulau Jawa posisi nya sangat tidak bagus, pulau itu ter ombang-ambing, mengambang di lautan luas, kondisi pulau di per parah dengan banyak nya goncangan.

Oleh sebab itu para Dewa berembuk dan mengutus dua dewa-dewa yang terhebat untuk turun dari khayangan agar menyelesaikan masalah pulau Jawa ini. Kedua dewa tersebut adalah Dewa Wisnu dan Dewa Brahma. Tugas mereka cukup berat, karena harus memindahkan gunung Meru dari India,  oleh sebab itu dengan kesaktian nya Dewa Wisnu menjelma menjadi seekor kura-kura raksasa menggendong gunung itu dipunggungnya, sementara Dewa Brahma menjelma menjadi ular panjang yang membelitkan tubuhnya pada gunung dan badan kura-kura sehingga gunung itu dapat diangkut dengan aman. Singkat cerita, dewa Wisnu dan dewa Brahma dapat menyelesaikan tugas nya dengan baik. Gunung Meru yang kini kita kenal dengan nama Semeru berdiri gagah di bagian timur pulau Jawa. Campur tangan para Dewa membuat Mahameru menjadi sebuah legenda tempat bersemayam dewa-dewa.

Ber abad-abad kemudiam… di sebuah pagi yang cerah, saya, Ichil dan Yebe sudah siap dengan ransel besar kami di punggung menuju Mahameru. Perjalanan dimulai dari kota Malang yang sejuk. Dengan menggunakan kendaraan umum, kami menuju terminal Arjosari, tujuan kami berikutnya adalah Pasar Tumpang. Pasar Tumpang bisa disebut sebagai pintu masuk bagi para pendaki Semeru. Disini lah terakhir kali segala kebutuhan pendakian dipersiapkan. Begitu juga dengan kami, ada nya pasar traditional Tumpang kami manfaatkan untuk belanja kebutuhan logistic untuk tiga hari pendakian.

Sangat menarik, ini pertama kali nya kami harus belanja perbekalan menjelang mendaki, biasanya sudah kami persiapkan terlebih dahulu dari rumah. Pasar Tumpang adalah pasar traditional yang menjual berbagai kebutuhan masyarakat sekitar. Saya dan Ichil mendapat tugas blusukan ke dalam pasar. Kami membutuhkan beras, terlur, sayur mayur, bawang, mie instan, gula dan garam. Kefasihan Ichil berbahasa jawa sangat membantu kami untuk berinteraksi denga penjual. Aahk sayang sekali, kami sudah ditunggu jeep yang akan membawa kami ke Pos Ranu Pani, sehingga tidak bisa berlama-lama menikmati suasana pasar traditional di kota tumpang ini.

The jeep semeru

Ranu Pani adalah pos pertama pendakian Semeru, untuk mencapai Ranu Pani kita harus menggunakan mobil jeep, karena kondisi jalan yang buruk dan lokasi medan yang berliku. Biasanya para pendaki menyewa jeep di pasar Tumpang, bisa menyewa satu jeep sendiri atau bisa juga berama-ramai dengan pendaki yang lain, kami memilih pilihan kedua. Jeep akan jalan jika penumpang sudah berjumlah 15 orang dan dikenan tarif Rp. 35,000 per orang. Bersama dengan kami bertiga, terdapat rombongan mahasiswa dari Kota Surabaya dan dua orang pendaki dari Bandung.

View from the jeep semeru

Perjalanan dari Pasar Tumpang menuju  Ranu Pani menghabiskan waktu dua jam lama nya. Beruntung saya dan Ichil mendapat kehormatan bisa duduk di depan samping pak supir, jadi tidak ikut berpanas-panasan dan mandi debu dibelakang jeep. Pada awal perjalanan, kami masih bisa menikmati mulus nya jalanan ber-aspal, baru kemudian, diseparuh perjalanan kami bertemu dengan jalanan yang berlubang dan kelokan tajam. Tidak terbayang bagaimana tersiksa nya teman-teman yang berdiri dibelakang karena harus bergumul dengan debu, kebetulan pendakian kami ke Semeru ini bertepatan dengan musim kemarau, yang mengakibatkan jalanan berdebu.

Akan tetapi, semua penderitaan itu diganjar dengan pemandangan indah sepanjang perjalanan. Seperti pada umum nya pedesaan dibawak kaki gunung, yang dianugrahi pemandangan alam yang indah, begitu juga dengan beberapa desa yang kami lalui sepanjang jalan menuju Ranu Pane. Deretan bukit yang ditumbuhi sayuran hijau membentuk petak-petak tersusun rapih sangat elok dipandang mata. Selain itu kita juga akan ber-sua dengan lembah pegunungan yang berliku, padang pasir yang terhampar luas dan bukit teletatabis dapat kita nikmati juga dari atas jeep, padang pasir dan bukit teletabis itu merupakan bagian dari gunung Bromo yang letak nya memang berdekatan dengan gunung Semeru.

Menuju semeru

Dua jam kemudian, kami tiba di pos Ranu Pane dan langsung mengurus segala keperluan administrasi yang diperlukan untuk mendaki. Persayaratan untuk mendaki gunung Semeru agak sedikit rumit dibandingkan dengan gunung-gunung lain nya yang pernah kami daki, disini kami diwajibkan untuk menyerahkan surat keterangan sehat dari dokter, sebagai tanda bukti kami semua dalam keadaan yang fit untuk mendaki gunung, kartu tanda penduduk dan mengisi form yang sudah tersedia di pos. Pada Form tersebut kita harus mengisi dengan detil barang apa saja yang akan kita bawa naik, jumlah dan jenis, berapa orang jumlah kelompok pendakian dan ketua kelompok nya. Pada pendakian gunung Semeru ini, kami menyewa dua orang porter untuk membantu. Setelah urusan administrasi selesai, kami memulai perjalanan.

pendaftaran pendakian ranu pane

foto sebelum mendaki

Plang selamat datang

Seperti kita ketahui bersama, gunung Sumeru adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Target kami malam ini adalah menginap di pinggir Ranu Kumbolo, untuk itu dibutuhkan waktu kurang lebih 4 jam berjalan kaki dari gerbang pendakian. Udara siang itu sangat panas, matahari bersinar sangat terik terik, diawal perjalanan kami masih harus berjalan menyusuri perkebunan kentang dan sayur kubis, tidak ada pohon rindang yang bisa dijadikan pelindung dari ganas nya sinar matahari.

Desa ranu pane

Untung nya, semakin jauh masuk ke dalam hutan, pepohonan semakin rindang, seperti memayungi kami sepanjang jalan. Memang, hutan Semeru berjenis hutan tropis dengan pohon-pohon besar yang rapat, sangat nyaman berjalan diantara pepohonan tersebut, apalagi diawal perjalanan, Jalur yang kami lewati sudah menggunakan conblock.

papan menuju semeru

Berhubung kami menggunakan jasa porter, sehingga kami tidak perlu membawa barang-barang berat, cukup dengan ransel kecil yang berisi botol minuman dan makanan kecil sebagai bekal dijalan. Jalur landai pada awal perjalanan kami lalui tanpa banyak kendala. Baru setelah satu jam berjalan, jalur semakin menanjak dan terjal, namun pemandangan semakin indah dengan bukit-bukit dan lembah serta hutan pinus. Bahkan kami menemukan lereng bukit yang ditumbuhi bunga edelweis.

Jalan menuju ranu kumbolo

Hutan pinus semeru

Route to semeru

Pos 1 watu rejeg

Kami semakin bersemangat ketika disebuah tikungan melihat puncak gunung Merbabu yang tiba-tiba menyeruak diantara rimbun nya pepohonan. Sesekali kami berhenti, sekedar menghilangkan lelah dan menikmati perbekalan.

Semeru mengintip

Aahk rasanya tidak sabar untuk tiba di Ranu Kumbolo, penasaran melihat danau yang indah itu. Setelah pengalaman kami dengan danau Segaranak di gunung Rinjani, kami mengamini bahwa danau yang berada diketinggian 2000 kaki itu sangat lah Indah. Akhirnya, setelah 3 jam berjalan kami melihat penampakan Ranu Kumbolo. Danau itu tampak tenang diapit oleh perbukitan dan hutan cemara. Airnya yang berpendar biru, tenang, dikelilingi oleh bukit-bukit cantik dengan gradasi warna hijau akibat pantulan cahaya mentari sore.

Ranu kumbolo dari bukit

Ranu kumbolo perjalanan masih jauh

Biasanya di akhir pekan, kawasan disekitar Ranu kumbolo berubah menjadi perkampungan para pendaki. Jejeran tenda warna-warni memenuhi pinggiran danau. Memang umumnya para pendaki bermalam di Ranu Kumbolo sebelum melanjutkan perjalanan menuju puncak Semeru. Untung nya, saat kami datang tepian ranu kumbolo tidak terlalu ramai, kami memilih waktu yang tepat untuk mendaki, jadi tidak perlu rebutan mencari lahan untuk mendirikan tenda.

menuju perkampungan ranu kumbolo

Anda berada di Ranu kumbolo

Sore di ranukumbolo

Kami tiba di Ranu Kumbolo menjelang matahari terbenam, angin dingin mulai berhembus, karena sekarang musim kemarau, cuaca malam hari akan sangat dingin. Untung nya bapak porter sudah menyiapkan tenda bagi kami di dalam shalter, terasa lebih hangat.

Bersambung…



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *