RM Bu Endang

Sebenar nya sedikit telat buat saya untuk me review restoran ibu Endang ini. Sejak pertama di buka kira-kira  dua tahun yang lalu, puja-puji untuk restoran ini sudah banyak ber seliweran di milis jalansutra. Walaupun lokasi restoran pertama mereka tidak jauh dari tempat saya tinggal, tapi ketika mereka pindah ke jalan cipete raya yang tidak jauh dari letak kantor saya, barulah saya sempat mampir, untuk sekedar menjawab rasa penasaran saya akan kelezatan masakan dan keramahan pemilik restoran yang menjadi ciri khas.

Di sebuah hari jum’at saya dan chile menyambangi restoran yang ber alamat di jalan cipete raya No 16  ini. Tampak bangunan masih mengusung warna yang sama seperti restauran mereka ketika di Jln. Wijaya, cat putih bersih sederhana dan sebuah papan nama yang bertuliskan Rumah Makan Bu Endang lengkap dengan foto pemilik yang sangat ayu.

Ambiance rumah yang sejuk merupakan kesan pertama yang saya rasakan begitu menginjakan kaki didepan pintu. Sapaan ramah dari waiters yang menyambut kedatangan kami menambah kehatangan, dihantarkan kami duduk di meja. Karena chile akan membuat foto makanan dengan lighting yang natural, maka chile segera request sebuah meja yang paling dekat dengan kaca, sehingga matahari masih bisa masuk dari kaca-kaca jedela yang tinggi-tinggi, lighting yang sempurna.

Bandeng Bakar

Ketika buku menu dibagikan, saya mulai membaca satu persatu menu yang ditawarkan, namun saya lebih tertarik dengan foto-foto makanan yang ditata memanjang di atas meja yang apik, trik yang bagus untuk sebuah restaurant dengan variant menu yang banyak, dengan visual rasanya lebih mudah untuk memilih makanan, tapi ternyata tidak semudah itu, dari deretan foto-foto makanan itu rasanya saya malah ingin mencoba semua makanan yang ada (lapar mata mode-on), akhirnya saya dapat mengontrol situasi dan mulai bertanya ke waiter menu yang paling baru, dan dijawab bandeng bakar (50). Setuju dengan menu itu saya tambahkan menu lodeh (yang banyak mendapat pujian) (17) serta Magut Iwak  pe (ikan pari) (30), untuk pilihan nasinya kami memilih nasi kuning (5) dan nasi putih (6).

Ketika menunggu makanan datang, meja kami di hampiri oleh pemilinya, Pak Edhi dan Bu Endang. Mereka datang menyapa kami dengan ramah, obrolan hangat pun akhirnya mengalir tanpa rasa canggung. Dalam perbincaangan ini saya jadi mengetahui karena pengalaman beliau yang sudah berkeliling Indonesia dan mengunjungi banyak tempat di dunia ketika mengikuti suami nya dinas kerja, membawa pengaruh terhadap cara beliau meramu makanan.

Mangut Iwak Pe

Bu Endang yang memang hobi masak ketika menyajikan masakan bagi keluarga, mulai mengadaptasi masakan-masakan daerah yang disinggahi, mengolahnya dengan penuh kecintaan maka ini lah hasilnya, deretan menu-menu yang menggugah selera.

Nasi Kuning

Obrolan yang hangat membuat kami tiak terasa menunggu, makanan mulai disajikan, dan semua keluar dalam waktu bersamaan, nilai tambah lagi. Ternyata memang terbukti  sudah semua puja-puji  yang beredar, kuah lodeh hadir dalam kekentalan sedang  dengan takaran bumbu yang pas, rebung di pilih ibu Endang sebagai bahan utama  lodeh, jangan kuatir dengan bau khas rebung yang biasa nya  ada, untuk sayur lodeh ini benar-benar tidak meninggalkan jejak bau rebung. Mangut Ikan pari asap terasa istimewa karena rasa asap yang berasal dari ikan pari bakar nya dapat menimbulkan rasa yang unik di mulut. Terakhir ikan bandeng bakar nya, ikan bandeng yang sudah cabut duri ini hadir dalam balutan bumbu yang melimpah yang dibungkus dalam daun pisang.

Sayur Lodeh

Restoran ibu Endang ini memilih masakan jawa sebagai gendre masakan yang di jual. Beberapa contoh menu yang mereka tawarkan seperti  nasi pecel, nasi asem daging, nasi liwet solo, tahu telor petis, gule kampong, bistik Jawa komplit, lontong cap go meh, bistik lidah dan banyak lagi. Sangat terasa kental jawanya. Tapi jangan takut dengan rasa manis mencolok yang biasa menjadi ciri khas masakan jawa, masakan ibu Endang menurut saya memenuhi citra rasa yang sempurna. Semua bumbu pilihan dengan takaran yang pas membuktikan si chef sudah tinggi jam terbang nya di dapur.

Es Kelapa Jeruk

Siang itu benar-benar saya dimanjakan oleh nikmatnya kuliner dari masakan yang disajikan dan juga keramahan dari sang pemilik restoran, sehinga ketika pulang pun kami dihantarkan oleh si pemilik sampai pintu depan dan kami saling berpisah layaknya sahabat lama yang pulang berkunjung, tak heran chile langsung berkomentar dimobil “kok aku kayak habis mertamu di rumah kerabatku daripada habis makan di restorant ya…”Semoga kehangatan dan kenikmatan Rumah makan Bu Endang dapat terus bisa kami rasakan untuk kedua, ketiga, keempat atau seterusnya…

RM Ibu Endang

Highly reccommended
Jl. Cipete Raya 16 C
Jakarta 12410
Telp : 021 766 3585, 021 237 17455



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *