Pulau Liukang Loe – Tanjung Bira

Lokasi : Pulau Liukang Loe – Sulawesi Selatan

pantai liukang1

Keindahan taman bawah laut di Pulau Kambing Tanjung Bira rupanya mebuat kami terlena, tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 12 siang, rasa lapar menyadarkan kami kalau acara snorkeling di pulau kambing harus segera berhenti, kalau tidak mau kelaparan. Untuk makan siang, kami harus menyebrang ke pulau Liukang Loe yang jarak nya kurang lebih 15 menit dari pulau Kambing.

pantai liukang

Kenapa kami harus menyebrang ke Puau Liukang Loe untuk makan siang ini ? karena Pulau Kambing  adalah pulau yang tidak ber-penghuni, berbeda dengan Pulau Liukang Loe yang padat penduduk nya, karena menurut  bapak pemilik kapal, di Pulau Liukang terdapat beberapa buah desa dengan jumlah penduduk lebih dari seratus jiwa.

Setelah menyebrang 15 menit, kami tiba di pulau Liukang, saya berdecak kagum melihat indah nya Pulau Liukang Loe, walaupun ada banyak kapal nelayan yang merapat di bibir pantai, tetapi air laut nya masih sangat bersih dan biru, sehingga saya masih bisa melihat ikan-ikan kecil berenang kesana-kemari. Pulau ini dianugrahi dengan hamparan pasir putih yang mengelilingi pulau dan laut yang biru.

pantai liukang2

pasir pulau liukang

Satu lagi keistimewaan dari pulau Liukang Loe adalah rumah-rumah nelayan yang ada di pulau merupakan rumah-rumah ada bugis yang berbentuk rumah panggung dengan atap rumah berbentuk pelana, bersudut lancip dan menghadap ke bawah.  Tidak ada aturan khusus dalam pewarnaan rumah adat ini, karena saya melihat rumah adat di cet sesuai dengan selera pemilik nya, sehingga kita bisa menyaksikan rumah-rumah adat ini dalam berbagai macam warna.

rumah adat di Pulau liukang1

rumah adat di Pulau liukang

Selain rumah-rumah adat nelayan, di pulau ini juga sudah ada rumah makan dan penginapan yang bisa disewa oleh wisatawan. dan disalah satu rumah makan itu lah kami menikmati makan siang., dengan menu ikan bakar, ikan goreng, sayur sop, sambal dabu-dabu dan sambal dadak

Menu makan siang pantai liukang

sambal matah ala pulau liukang

Setelah makan siang, acara selanjutnya adalah berkeliling desa. Kami akan melihat proses pembuatan kain tenun bugis yang masih banyak dikerjakan masyarakat pulau Liukang Loe, terutama kaum wanita nya. Kain tenun Bugis atau dikenali sarung sutra bugis adalah kain yang ditenun dengan benang sutera. Kain ini amat cantik dari segi warna dan corak. Jika berminat, kita juga bisa membeli kain-kain tersebut disini.

Menenun kain pulau liukang

Ada yang menarik perhatian saya ketika melihat seorang ibu yang sedang asyik membersihkan batang daun berwarna hijau. Waktu saya Tanya, batang apa itu ? ternyata itu adalah buah kelor, bukan batang.

ibu mengupas bunga kelor

Buah kelor biasa dijadikan sayur, dan ibu itu sedang membersihkan buah-buah kelor itu untuk dijual. Biasanya buah kelor dimasak bening seperti sayur asam, unik nya lagi asam nya berasal dari buah mangga yang dikeringkan. Sayang sekali saya tidak sempat mencoba masakan ini.

asam mangga

sayur kelor pulau liukang

Setelah puas berkeliling pulau Liukang Leo, kami harus segera kembali ke kapal dan menyebrang kembali ke Tanjung Bira. Kami harus sampai di Tanjung bira menjelang sore, agar tidak  dihadang ombak besar.

jejeran pohon kelapa pantai liukang

 



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *