Pasar Tomohon

Lokasi : Tomohon – Sulawesi Utara

Yaaaaa…baiklah, saya menyadari kalau saya tidak dapat menghindar lagi untuk tidak membuat cerita tentang kunjungan kami ke pasar Tomohon. Jujur saja, menulis cerita tentang pasar  Tomohon sangatlah berat bagi saya, karena saya harus mengingat-ingat kembali ngeri nya pasar tomohon, dan saya tidak mempunyai mental yang kuat, walaupun sebelum ke pasar ini saya memang sudah tau kalau di pasar Tomohon ini  hewan yang dijual adalah hewan-hewan yang tidak biasa. Tapi ternyata menyaksikan langsung itu lebih menyeramkan. Belum lagi saya harus memilih foto-foto yang cocok untuk jalan cerita saya, padahal sejak pulang dari Manado saya belum melihat foto-foto Pasar Tomohon di kamera Ichil.

Atas pertimbangan rasa kemanusiawi an..saya meminta Ichil untuk membuat foto hitam putih di beberapa gambar yang menurut saya sadiiissss…

Saya, Ichil dan Yan sengaja memilih hari Sabtu, di hari ke tiga liburan kami di Manado untuk mengunjungi pasar  Tomohon. Alasan nya, di hari Sabtu hewan-hewan yang dijual lebih lengkap dibanding hari-hari biasa dan berkunjunglah di pagi hari, karena jam 10 pagi biasanya pasar sudah sepi.

menjajakan ikan pasar tomohon

Rintik hujan menyambut kedatangan kami setibanya di pasar, suasana pasar cukup ramai, walau tidak berubel-jubelan. Pasar Tomohon berada disebuah kawasan cukup luas di luar kota Tomohon. Selain lapak-lapak penjual daging hewan, di pasar ini juga terdapat kawasan yang menjual sayur mayur dan kebutuhan sehari-hari lain nya.

pedagang sayuran pasar tomohon

Meng-asyikan sekali rasanya menyusuri lorong–lorong penjual sayur-mayur yang segar-segar ini, saya memperhatikan banyak sayuran yang jarang saya temui di kota Jakarta, seperti sayur Gedi yang biasanya menjadi campuran pada Tinutuan dan sayur pakis muda dengan warna hijau segar nya seperti melambai-lambai agar saya beli. Gemes juga  liat buah labu yang dijajakan, ngebayangin masak tinutuan pakai labu itu.

sayuran pasar tomohon

Saya makin meleleh ketika melihat sayur kangkung yang segar dan besar-besar, mengingatkan saya akan kangkung dari pulau Lombok. Merah nya buah tomat di atas wadah tampa yang sedang dijajakan juga menambah semarak “susur pasar” kami pagi ini. Mata saya makin berbinar-binar ketika meilihat tumpukan cabai rawit yang menggunung, saya langsung membayangkan sambal dabu-dabu dengan rasa pedas yang menggugah selera.

pengrajin buluh pasar tomohon 1

pengrajin buluh pasar tomohon

Oh iya, saya juga melihat seorang Bapak yang menjual buluh bambu yang biasa digunakan untuk masak ayam dalam Buluh, salah satu masakan Manado yang Populer. Penasaran sih kepingin coba bikin masakan Ayam Buluh ini, tapi bagaimana mungkin membawa buluh-buluh itu ke Jakarta ?

Pedagang tikus hutan pasar tomohon

Tiba-tiba, ditengah keasyikan saya menikmati sayur mayur segar itu, saya dikejutkan dengan pemandangan seorang perempuan muda yang menjajakan tikus dengan cara mengikat dan menggantungkan beberapa ekor sekaligus, lalu dia menjajakan nya berkeliling pasar.

membakar tikus pasar tomohon

Perlu diketahui, daging tikus yang dikonsumsi orang Tomohon adalah jenis tikus hutan berekor putih. Bukan sembarang tikus. Makanya, para penjual harus meyakinkan pembeli bahwa yang dijualnya adalah tikus ekor putih, dengan cara menyisakan ekor-ekor tikus yang berwarna putih walau tikus sudah dibakar. Pada saat melihat penjaja tikus ini saya belum merasa takut, bahkan saya sempat bercakap-cakap dengan penjualnya menanyakan berapa harga satu ekor tikus ? yang dijawab, satu ekor nya dihargai sepuluh ribu rupiah.

Akhirnya saya menyadari, bahwa penjaja tikus tadi adalah sebagai tanda bahwa saya sampai di area penjual hewan-hewan Ekstrim. Mohon ma’af jika deskripsi saya dibawah nanti sedikit sadis, karena memang begitu pemandangan yang saya lihat.

anak anjing pasar tomohon

Pemandangan pertama yang saya lihat adalah anjing-anjing yang dikurung dalam sebuah kandang terkunci. Di atas  kandang tersusun rapih anjing-anjing gosong yang sudah dibakar, siap untuk dibawa pulang, dan tidak jauh dari sana saya melihat orang yang bertugas membakar hewan-hewan itu. Aroma daging terbakar dan bau-bauan yang bersumber dari potongan daging mentah dan darah memenuhi udara.

membakar daging pasar tomohon

Melihat kondisi seperti ini saya sudah mulai down, tapi saya tetap menguatkan diri maju terus melewati lorong terdepan. Hati ini semakin miris ketika saya mendengar lolongan anjing-anjing yang dikurung dalam kandang tadi menangis pilu, seolah-olah mereka sadar kalau hidupnya tidak lama lagi dan dengan lolongan nya yang menyayat hati itu seperti meminta tolong kepada saya agar menyelamatkan mereka. Tiba-tiba, saya mendengar suara benda tajam yang dipukulkan ke tubuh salah satu anjing dalam kurungan tadi, secara spontan saya menengok ke sumber suara, saya nyaris pingsan melihat ada anjing yang lagi dipukul kepala nya dengan tongkat besi.

Anjing bakar

Cukup sudah.. saya menyerah..petualangan saya di pasar Tomohon berakhir sudah di lorong pertama. Saya memutuskan untuk menunggu di pinggir pasar hewan saja, biar Ichil dan Yan yang meneruskann blusuk-blusuk ke dalam pasar.

Anjing setelah di bakar

Kelelelawar dan tikus hutan bakar

Maka, Ichil dan Yan melanjut kan perjalanan mereka. Ichil bercerita, Menuju ke arah dalam, hewan yang di jajakan semakin ekstrim, dia melihat kelelawar, atau orang Manado menyebut nya paniki yang sudah dibakar. Lalu ada penjual ular phyton yang kepala nya sudah terpenggal.

pedagang ular pasar tomohon

Pemandangan paling mengerikan adalah ketika sampai di depan lapak penjual monyet Yaki yang salah satu potongan kaki nya sudah hilang, penampakan badan monyet yang menyerupai tubuh manusia, Ichil seperti melihat Bayi manusia yang gosong terbakar. Menyeramkan. Ironis nya Monyet Yaki adalah jenis monyet yang dilindungi oleh pemerintah. Sampai di Lapak Ini Yan  menyerah, akhirnya dia tumbang juga, menyusul saya ke luar arena.

Ular dan Yaki pasar tomohon

Anda merasa ngeri ? jangan dulu, karena petualangan masih berlanjut ke lapak penjual kucing bakar, setelah di bakar, ternyata penampakan kucing-kucing itu sama semua, Ichil terhenyak melihat tetesan darah yang sudah membeku keluar dari mata salah satu kucing yang sudah terbakar itu. Perlu di ketahui, kucing yang di konsumsi warga Tomohon adalah jenis kucing hutan.

Kucing hutan bakar

babi pasar tomohon

Semakin ke dalam pemandangan nya semakin “seru”, kali ini Ichil parkir di lapak penjual Babi. Babi –babi yang dijual di pasar ini tidak hanya satu jenis saja, tapi ada beberapa jenis seperti Babi hutan dan Babi Import dari Australia. Di Lapak babi ini potongan daging babi bergelimpangan, penggalan kepala dan badan babi yang bercampur darah segar.

Memotong babi

Ternyata lapak babi ini tidak terlalu menyeramkan buat Ichil, dia bisa dengan asyik berhenti dan memperhatikan bagaimana proses memotong Babi mulai dari memotong daging hingga mengambil potongan lemak babi yang katanya terlihat tebal. Saya jadi mikir , jangan-jangan Ichil malah ngebayangin enak nya rasa babi panggang ya ? yang selama nya dia tidak boleh coba, alias harom buat kami .

Untunglah Lapak babi potong ini adalah Lapak terakhir yang dikunjungin Ichil , setelah itu dia langsung menjemput saya dan Yan di pinggir pasar, aaahk berakhir juga penantian panjang ini. Jadi saran saya, jika teman-teman tidak mempunyai keberanian untuk melihat pemandangan seperti yang saya ceritakan di atas tadi, sebaik nya jangan ke Pasar ini, atau kalau terpaksa juga boleh lah menunggu di luar pasar hewan, cukup di pasar sayur saja.

Hujan semakin lebat, masih banyak object wisata di kota tomohon yang akan kami sambangi hari ini, kami pun bergegas meninggalkan pasar Tomohon.

Sebagai penutup saya ingin mengatakan …Negeri kita ini mempunyai tradisi kuliner yang beraneka ragam, hal ini disebabkan karena pengaruh dari kondisi geografis alam Indonesia, sehingga menjadikan setiap daerah mempunyai tradisi dan keunikan nya masing-masing dalam hal budaya kuliner. Seperti yang saya lihat pada masyarakat di kota Tomohon ini, yang gemar menyantap makanan yang bisa dibilang tidak lazim.

Bagi saya, berkunjung ke pasar Tomohon adalah sebuah bukti bahwa negeri Indah yang bernama Indonesia ini sangat lah kaya.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *