Nusa Lembongan – Bali

“Menikmati Bali di Era 70-an, nusa lembongan lah tepatnya” Sebuah informasi yang saya dapatkan ketika mencari tahu tentang pulau nusa lembongan, Nusa Lembongan adalah sebuah pulau kecil di sebelah tenggara pulau Bali, tepatnya kurang lebih dua km dari barat laut nusa penida. Berbekal informasi tersebut, trip ke Bali kami kali ini di niatkan untuk menjelajah Pulau Nusa Lembongan.

Untuk menyeberang ke pulau nusa lembongan terdapat 2 lokasi penyeberangan yaitu Tanjung Benoa dan Sanur,  begitu juga dengan moda transpostasinya ada berbagai macam pilihan, mulai dari perusahaan travel dengan booty (kapal cepat), atau dengan Jukut (kapal kayu) yang merupakan tranpotasi antar pulau di Bali. Dengan berbagai pilihan tersebut dan disesuaikan dengan gaya berlibur kami, maka kami memutuskan untuk menyebrang dari sanur dengan menggunakan jukut sebagai alat transpotasinya, selain karena  harga tiketnyayang murah, jarak tempuh Sanur – nus lembongan juga lebih dekat jika di bandingkan juga menyebrang dari  Tanjung benoa.

MorningOnSanur

Waktu subuh baru saja berlalu ketika saya dan ichil sudah standby di pelabuhan Sanur, menunggu jukut yang akan membawa kami menyebrang ke pulau Nusa Lembongan. Tiket kapal seharga 27 ribu rupiah sudah kami kantongi sejak pukul setengah tujuh pagi, sedangkan jadwal keberangkatan yang tertera di tiket pukul tujuh pagi. Sisa waktu setengah jam itu kami habiskan dengan menikmati secangkir kopi tubruk Aceh oleh-oleh  dari seorang teman yang sengaja membekali kami untuk menemani travelling kali ini. Dengan ditemani semerbak aroma kopi dibawah temaram sinar pagi kami memanjakan pandangan  ke lautan lepas, dimana jukut yang akan membawa kami sudah menunggu, sebuah suguhan panorama yang sangat indah hmm… pagi yang cantik  untuk memulai petualangan kami.

Jungut

Pelabuhan di Sanur ini bukanlah pelabuhan besar  yang mempunyai dermaga malah menurut saya adalah pelabuhan tempel dimana setiap kapal yang merapat hanya bisa melemparkan jangkar nya di tepi pantai, sehingga dapat dibayangkan bagaimana susah nya naik keatas kapal yang terombang-ambing di atas deburan ombak, namun beberapa orang buruh kapal dengan sigap mengangkut barang-barang ke atas kapal, seolah mereka sedang berlomba dengan ombak untuk bisa sampai terlebih dahulu menuju kapal.

Karena ini adalah kapal angkutan rakyat, jadi bukan hanya orang saja yang di angkut, bersama kami terangkut sebuah sepeda, dua buah tabung gas, bahkan hewan ternak seperti babi dan unggas pun ikut terangkut  bersama penumpang kapal.

Boat_load

Yang membuat kami berdua takjub adalah para buruh kapal yang berbadan tegap itu juga memberikan jasa menggendong penumpang yang kesulitan mencapai kapal, atau penumpang yang tidak mau basah. Kami berdua memilih tidak menggunakan jasa menggendong itu, rasa nya gak tega membayangkan mereka harus mengangkat kami berdua yang berbadan subur ini ….

Tepat pukul tujuh pagi kapal yang sudah penuh itu melepaskan jangkarnya, kapal siap mengarungi laut bali menuju pulau nusa lembongan…….



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *