Pulau Sikuai

Tulisan ini saya ambil dari album perjalanan kami Ke Padang bulan Desember 2005, yang sebelumnya pernah saya posting di http://febee.multiply.com

Mumpung masih hangat-hangat nya cerita tentang Pesona minangkabau, saya jadi  ingin bercerita sisi lain dari pesona minangkabau. Bila mendengar kata minangkabau, yang akan terlintas di benak kita adalah nikmat nya nasi kapau dan lezatnya sate mak syukur,atau keindahan alam danau maninjau dan megahnya istana pagaruyuang. Tapi Sumbar bukan itu saja, Sumbar juga memiliki  keindahan pantai yang luar biasa dengan hamparan kepulauan yang sangat indah.

Saya, ichil dan Yan, kami memulai penjelajahan pesona sumatera barat dengan mencicipi indahnya pantai dengan berbagai pertimbangan, termasuk budget,  maka Pulau Sikuai  menjadi pilihan yang tepat buat kami.

Pulau sikuai merupakan salah satu pulau di Sumatra barat yang memiliki keunikan dan keindahan alam tersendiri. Pulau ini terletak diantara pulau-pulau yang ada di pesisir selatan sumbar. Untuk mencapainya pun hanya membutuhkan waktu kurang lebih empat puluh lima menit dengan menggunakan speed-boat dari Pelabuhan Bungus.

Petualangan dimulai dengan perjalanan menuju Pelabuhan Bungus, Jalan yang berkelok serta menaiki bukit menjadi suguhan pemandangan yang sangat menarik. Dari atas bukit dapat kita nikmati hamparan birunya laut, pemandangan kota padang dan juga nampak kesibukan pelabuhan teluk bayur. Selain itu juga, di sepanjang jalan bisa kita lihat monyet-monyet  bergelantungan dengan bebasnya di pepohon. Hal ini membuat kita lupa akan kondisi jalan berkelok-kelok dan naek turun yang biasanya membuat mabuk darat.

Tepat Jam sepuluh lima belas kami sampai di Pelabuhan bungus, pelabuhan ini adalah pelabuhan kecil yang jaraknya hanya beberapa kilo dari pelabuhan teluk Bayur. Nampak sekali sepi, karena tidak banyak kapal yang merapat di pelabuhan ini, karena kapal-kapal besar yang digunakan untuk berdagang atau untuk penumpang akan berlabuh di pelabuhan Teluk Bayur. Hanya tampak beberapa kapal nelayan kecil yang merapatkan kapal-kapalnya di pelabuhan ini.

Ada info menarik saya dapatkan di Pelabuhan bungus ini, yaitu ada kapal feri ke pulau mentawai yang merapat 1 minggu dua kali. Biaya ke pulau mentawai juga tidak terlalu mahal dari Bungus ini cukup merogoh kocek Rp.65.000,-
(kelas VIP, ruangan ber-AC) kita sudah bisa sampai ke kepulauan mentawai, menggoda sekali for next trip kayakna bisa di coba janji saya dalam hati.

Kembali ke Sikuai, untuk jadwal penyebrangan kepulau sikuai dalam satu hari dua kali yang di atur oleh pihak resort, pertama jam setengah sebelas dan yang kedua jam tiga sore. kami memilih yang jam setengah sebelas. Sampai di pelabuhan bungus kami sudah di tunggu oleh pihak hotel yang mengabarkan speed-boat nya sudah siap tapi kami masih harus menunggu satu rombongan lagi dari Jakarta yang belum datang.

Sudah menunggu hampir 15 menit, rombongan dari Jakarta itu belum datang juga, akhirnya kami di perintahkan untuk naik ke speed-boat dan langsung  berangkat ke Pulau Sikuai. Selama perjalanan menuju pulau Sikuai, kembali mata kami dimanjakan dengan keindahan alam dari pantai pesisir suamtera barat ini. Nampak sebelah kiri jejeran pulau-pulau kecil dengan pesona pasir putih yang menarik. Dan di sebelah kanan seluas mata kita memandang, hamparan laut biru yang luas. Sesekali kami berpapasan dengan kapal-kapal nelayan traditional yang sedang menangkap ikan. Semua ini menyadarkan saya akan kebesaran Sang pencipta.

Dikapal Sikuai Padang

Ombak yang tenang, pemandangan yang indah menjadikan perjalanan empat puluh lima menit ini terasa sangat singkat, akhirnya kami tiba di anjungan kapal
Pulau Sikuai. Pulau seluas 5 hektar ini telah menjadi kawasan wisata yang dikuasai oleh kelompok pusako dengan resort Sikuainya, jadi selain karyawan resort dan tamu,maka tidak ada lagi penduduk di pulau ini.

jedela kapal Sikuai Padang

Pertama kali menginjakan kaki di pulau ini, saya langsung mengaggumi apa yang ada di depan saya. Bukit yang menjulang di tengah pulau, deretan bungalo-bungalo yang tersususun rapih dan saya makin kagum melihat jernihnya air laut sehingga saya bisa melihat ikan yang berlari-lari di dalam jernih nya air. Air lautnya berwarna biru tua dan sangat bersih.Turun dari kapal, kami disambut dengan welcome drink, air kelapa muda woww segarnya, setelah melakukan aktifitas check in, kami langsung membawa peratalatan renang, alat snorkling dan perbekalan makan dan langsung berjalan kaki menyusuri bibir pulau mengikuti jalur tracking yang telah di sedikain pihak resort untuk  mengelilingi pulau ini. Sinar matahari yang terik tidak kami hiraukan. Selain pemandangan yang sangat menggoda, sepanjang jalur tracking ini masih banyak pohon-pohon yang rindang yang menaungi kita dari terik matahari.

Pantai Sikuai Padang

Pulau Sikuai masih tampak sangat asri dan bersih, serta memiliki hutan dan alam yang belum terusik, Sesekali saya berhenti sejenak untuk menganggumi pemandangan yang ada di depan mata, hamparan laut luas, ombak yang pecah di batu karang, burung bangau yang sedang memangsa ikan-ikan kecil, hanya suara  debur ombak dan suara-suara khas hutan yang terdengar, saya merasa seperti terdampar di tengah pulau yang tidak berpenghuni.

Setelah menemukan tempat yang tepat akhirnya kami berhenti dan membuka perbekalan makan siang. Menu makan siang kami adalah nasi kapau dengan lauk nya usus dan ayam bakar, Semua makanan itu kami beli di kota padang sebelum menyebrang ke pulau Sikuai,karena menurut informasi yang kami dapatkan kalau makanan di pulau ini sangat sulit, harus membeli dari resort dengan harga yang luar biasa mahal dan rasa yang tidak jelas, makanya kami sudah mempersiapkan makanan untuk makan siang dan makan malam, karena untuk sarapan besok pagi sudah di siapkan oleh pihak resort.

pulau Sikuai Padang

Menikmati lezatnya nasi kapau di hamparan pasir putih, sesekali harus menggeser tempat karena di gusur riak ombak,laut biru, angin sepoy-sepoy membuat saya berpikir ini adalah piknik terindah saya. Setelah kenyang dan puas bermain-main air kami melanjutkan perjalanan kembali.

Pantai Sikuai Padang

Akhirnya kami menemukan tempat yang cocok untuk berenang dan snorkling. Walaupun terumbu karang nya sudah mati tapi kami masih bisa menikmati pemandangan bawah laut di pulau sikuai ini. Masih banyak iringan ikan warna-warni yang menggoda, semakin dalam kita menyelam semakin indah pemandangan bawah laut nya.

Tidak terasa 2 jam sudah berlalu, cuaca yang tadi nya cerah berubah, hujan turun dengan deras nya, kami langsung berhenti berenang menuju bungalo untuk mandi dan istirahat.

Sunset plaza Sikuai Padang

Di tengah pulau Sikuai ini ada perbukitan kecil, yang di puncaknya ada sebidang tanah lapang, dan diberi nama Sunset Plaza. Di sini, setiap sore kita bisa meyaksikan ke eksotikan alam yaitu, matahari tenggelam. Setelah cuaca kembali cerah dan capek kami hilang, kami langsung berjalan menaiki puncak bukit melalui tangga-tangga yang telah ada, lumayan melelahkan, tetap semua rasa lelah itu hilang setelah kita sampai di puncak bukit. Pemandangan
yang luar biasa menyambut kami di puncak bukit, susunan pulau-pulau kecil sekitar Sikuai tampak bertebaran, sekelompok burung terbang melintasi kami, wow luar biasa. Sayang cuaca tidak cukup cerah, sehingga kami tidak bisa
melihat matahari tenggelam, tapi pancaran lampu-lampu dari kapal-kapal nelayan yang tampak dari kejauhan sangat cantik, pancaran lampu-lampu itu tampak seperti kunang-kunang yang terbang di tangah kegelapan, sangat indah.

Ketika malam tiba, karena seharian sudah lelah beraktifitas akhirnya kami sudah tidak sanggup lagi untuk menikmati suasana pantai di malam hari, setelah makan malam di teras bungalo kami lihat langit tidak cukup cerah karena tidak terlihat taburan bintang maka kami memutuskan untuk tidur, Desir lembut suara ombak menjadi musik pengiring kami tidur, terasa ada kedamaian yang hadir…

jejeran pohon kelapa Sikuai Padang

Pukul setengah enam, kami sudah bangun,rencananya kami hanya ingin berjalan-jalan di pinggir pantai, tetapi setelah melihat air laut yang sangat tenang kami tergoda untuk melakukan kegiatan snorkeling lagi, Kurang
lebih 10 menitan asyik bersnorkeling ria tiba-tiba kami di hampiri oleh perahu nelayan yang menawarkan jasa untuk mengantarkan kami ke keliling kepulauan, karena menurut nelayan itu pemandangan bawah lautnya lebih bagus daripada di sekitar resort, setelah menawar dari harga seratus ribu ke dua puluh lima ribu untuk sejam pemakaian kepal akhirnya kami rela di bawa pak  nelayan ke tengah laut, dan ternyata memang benar, pemandangan bawah lautnya lebih indah, ikan-ikan nya lebih berfariasi baik warna maupun bentuk nya.  Setelah puas bermain-main dengan ikan-ikan akhirnya kami kembali ke bungalo.

Untuk kepulangannya pun pihak hotel juga memberikan 2 kali jadwal penyebrangan dalam 1 harinya, yang pertama jam setengah Sembilan dan yang ke-dua jam set 1 siang. Karena schedule hari ini cukup padat dengan sangat terpaksa kami harus mengakhiri petualangan di Pulau Sikuai ini, sehingga kami ikut dengan kapal yang berangkat jam setengah sembilan.

Setelah sarapan pagi ala kadarnya (jangan pernah berharap lebih soal makanan kalau mau berlibur ke pulau ya.), tepat jam setengah sembilan kami meninggalkan pulau Sikuai, Pantainya, Jernihnya air, fasilitas hotel…keramahan karyawan hotel…

Jadi, jika anda membutuhkan liburan ketempat yang sangat tenang, di kelilingi oleh pantai dan pulau yang indah yang sangat ekosotik di Sumatera Barat dengan budget yang tidak terlalu besar maka Sikuai bisa menjadi pilihan yang pas, Selamat Mencoba.

Resort Sikuai :

Sikuai island – Padang, west sumatra.

bebatuan Sikuai Padang

 

bangau Sikuai Padang

 

foot print Sikuai Padang



One response to “Pulau Sikuai”

  1. […] Bersambung ke cerita Pulau Sikuai…. […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *