Lesehan Mertha Sari

Senang rasanya berkunjung ke Bali lagi setelah dua tahun lama nya tidak ke Bali. Sama seperti kebanyakan orang, Bali merupakan tujuan wisata favorite saya. Walaupun sudah berkali-kali berkunjung, tapi selalu ada yang Baru dari Bali. Pada liburan kali ini, saya dan Ichil akan berkelana ke beberapa tempat di Bali, mulai dari Amed, danau dan gunung Batur, desa Munduk, Ubud dan Sanur.

Pagi ini Bandara Ngurah Rai sangat ramai dan crowded, hal ini disebabkan karena adanya pembangunan perluasan Bandara di beberapa tempat di Bandara Ngurah Rai. Seperti biasanya, setiba nya kami di Bandara, hal pertama yang kami lakukan adalah mengurus penyewaan mobil. Buat saya dan Ichil, berlibur ke Bali arti nya tidak perlu pusing untuk mencari rental mobil yang bersedia menyewakan mobil nya tanpa supir selama berhari-hari, tidak repot untuk mencari penginapan, baik itu penginapan dengan low budget atau high budget. Di Bali juga tidak perlu kuatir dengan keamanan nya ketika menjelajah ke tempat paling terpencil sekalipun di Pulau Bali, masyarakat Bali akan menyambut dan menerima kita dengan ramah.

Sajen pasar badung

fruit seller pasar badung

Di hari pertama ini tujuan perjalanan kami adalah menyusuri timur Bali untuk snorkeling di Pantai Amed. Perjalanan ini akan menempuh jarak 97 KM dalam waktu 3 jam. Berhubung hari masih pagi, jadi saya dan Ichil memutuskan untuk susur pasar dulu di Denpasar, tepat nya kami mengunjungi Pasar Badung. Menyenangkan sekali berkeliling pasar tradisional Bali dengan segala pernak-pernik nya. Sayang kami tidak bisa mencoba makanan yang dijual di pasar ini, karena sebagaian besar makanan yang dijual mengandung Babi. Untung nya kami sudah sarapan nasi campur di warung Bu Sri.

Sate babi seller

Lauk pauk pasar badung

Setelah puas keliling di pasar Badung, saat nya kami memulai perjalanan panjang menuju Amed. Seperti biasa, Ichil yang bertugas menjadi supir dan saya menjadi navigator di sebelah nya. Kalau dulu saya berbekal peta Bali, sekarang cukup menggunakan Ipad dengan google map. Salah satu enak nya liburan di Bali adalah kemudahan infrastruktur yang disediakin pemerintah Bali untuk para wisatawan yang berkunjung. Hal ini tidak mengherankan, karena memang Bali sudah menjadi kiblat nya wisata dunia sejak lama. Oleh sebab itu, walau hanya ber bekal bensin yang full tank dan google map, kami berdua siap ber petualang berkeliling Bali.

Rental mobil

Seru nya kita menyewa mobil tanpa supir adalah bisa bebas pergi blusuk-blusuk kemana pun kita mau atau berhenti tiba-tiba untuk membeli sesuatu yang menarik di pinggir jalan, seperti dalam perjalanan ke Amed ini kami menyempatkan diri membeli durian di sebuah warung kecil pinggir jalan dan makan langsung di tempat.

Rental mobil

Hasil belusukan kami juga terkadang menghasilkan sebuah petualangan kuliner yang seru. Seperti ketika kami mencari warung lesehan Mertha Sari. Menurut informasi, lokasi warung lesehan Mertha Sari berada di jalan raya Pessinggahan, Kabupatan Kelungkung. Kebetulan dari Denpasar menuju Amed, kami akan melewati Kabupaten Kelungkung. Tapi pertanyaan nya adalah, dimana letak nya warung lesehan ini ? karena sepanjang jalan raya pessinggahan kanan kiri nya hanya perkebunan, lahan kosong dan sesekali kami melihat hotel atau resort mewah. Bahkan saking terpencil nya, Google map juga tidak membantu.

Sate ikan lesehan mertha sari

Sampai akhir nya kami masuk ke kawasan pantai, tampak di kanan kiri jalan penjual ikan segar menjajakan jualan nya. Saya menyadari kalau lesehan Mertha Sari pasti berada tidak jauh dari sini,karena sudah banyak penjual ikan segar. Memang, menu andalan warung lesehan Mertha Sari adalah berbagai jenis masakan berbahan dasar ikan.

Karena tanda-tanda keberadaan warung lesehan Mertha Sari tidak kami temukan, akhirnya kami menyerah dan memutuskan untuk bertanya ke salah satu penjual ikan segar yang kami temui. Berbekal petunjuk penjual ikan itu, kami akhir nya menemukan warung Lesehan Mertha Sari setelah keluar masuk gang dan sekali lagi bertanya kepada orang lewat. Rasanya senang bisa menemukan warung lesehan Mertha Sari.

Lesehan Mertha Sari

Bayangkan, kenapa warung yang berada di daerah terpencil ini bisa sangat terkenal dan dicari banyak orang terkenal ? karena gossip nya, sate ikan di warung lesehan Mertha Sari ini adalah sate ikan favorite nya mantan presiden Indonesia, ibu Megawati. Ketika kami tiba, suasana warung tidak terlalu ramai, kami hanya melihat tiga keluarga yang sedang makan lesehan. Memang hari sudah menunjukan jam 2 siang, bukan jam nya makan siang.

Lesehan Mertha Sari interior

Tanpa melihat buku menu kami langsung memesan satu paket lengkap menu sate ikan Lesehan Mertha Sari, yaitu terdiri dari sate lilit, sat ikan bakar, pepes ikan, sop ikan, sayur kacang masak jukud, kacang tanah goreng, dan tak ketinggalan sambal bawang mentah pedas yang nikmat.

Menu lesehan mertha sari

Menurut kisah nya, Warung lesehan Mertha Sari ini adalah milik Ibu Ni Komang Yunianti. Tahun 1980, demi memperbaiki ekonomi keluarga, Ibu Komang bersama suami nya mulai berjualan di halaman rumah nya, dengan memanfaat kan sumberdaya alam yang ada di lingkungan nya, yaitu ikan-ikan segar yang berasal dari laut yang tidak jauh dari tempat tinggal nya.

sambal matah lesehan mertha sari

Karena kelezatan masakan nya, akhir nya warung kecil itu berkembang menjadi sebuah restoran dan tetap bertahan hingga kini. Tidak seperti kebanyakan tempat makan lain, yang menghidangkan sate lilit saja, di warung makan ini sate lilit disandingkan bersama dengan ikan bakar yang dibuat sate, yaitu potongan daging ikan dimasak dengan cabai merah lalu ditusuk kan ke lidi sate, lalu dibakar, dan ada juga pepes ikan. Pepes ikan di Bali tidak sama dengan pepes ikan di Jawa Barat. Sate ikan di Bali hampir sama dengan sate lilit, hanya adonan tidak dililitkan di lidi.

Sayuran lesehan mertha sari

Rasanya tidak berlebihan jika kami dan para penggemar sate ikan lain nya, untuk mampir ke warung lesehan Mertha Sari ini. Bahan dasar ikan yang segar dan paduan bumbu yang pas membuat sate ikan nya terasa nikmat, ditambah dengan sop ikan bumbu genap yang segar. Tentu saja kehadiran tumis kacang panjang masak jukud, kacang goreng dan tidak ketinggalan sambal matah menambah kenikmatan sate ikan, membuat saya berjanji untuk datang lagi berkunjung kalau sedang berlibur di Bali.

Perut kenyang, hati bahagia. Pantai Amed masih jauh..kami pun bergegas….

Warung Lesehan Mertha Sari

JL. Pesinggahan, Kec. Dawan, Kab. Klungkung
(0366) 23985



3 responses to “Lesehan Mertha Sari”

  1. Pepy says:

    Waktu perjalanan ke amed bli Yudi juga nyaranin untuk mampir warung Ini tapi sayangnya krn udah rada malam Ada Tempat lain yg di pinggir jalan on the way to amed. Lumayan juga. Tapi sayang saya gak dapat jukut kacang panjang

  2. wiiih… enaknya bisa jalan2 & makan2 🙂 hehehe
    salam kenal kak 🙂

  3. wbw says:

    btw…rental mobilnya dimana, boleh bagi alamat atau no tlp rental mobilnya.

    mkasih yaaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *