Betutu Mentempeh

Dilarang keras bilang bosan datang ke Bali kalau tempat yang didatangi hanya di Denpasar, Kuta ,Sanur atau Ubud saja. Dan jangan bilang kalau kulineran di Bali gak menarik, karena makanan yang dicoba masih sama dengan yang makanan yang biasa dibeli di Jakarta. Bali mempunyai sejuta pesona, baik itu keindahan alama nya maupun keanekaragaman kuliner nya. Semua pesona itu tersebar keseluruh pulau Dewata, bahkan di lokasi paling ujung barat Pulau Bali pun, kami menemukan “Harta Karun” berupa kelezatan ayam betutu Khas Gilimanuk Men Tempeh.

Underwater

Bukan tanpa sebab jika kami sampai menjelajah hingga ke ujung Barat pulau Bali ini, tujuan kami datang adalah untuk menyebrang ke Pulau Mejangan, salah satu pulau kecil yang berada di kawasan Taman Nasional Bali Barat. Keindahan bawah laut pulau Menjangan jangan diragukan lagi, pulau yang dikenal sebagai wall diving terbaik di Bali ini memiliki taman bawah laut yang sangat cerah dan penuh warna sekaligus kaya biota laut.

Baiklah, saya tidak akan bercerita panjang lebar bagaimana keindahan Pulau Menjangan, kita langsung ke Men Tempeh saja ya. Perkenalan saya dengan ayam betutu Gilimanuk Men tempeh ini berdasarkan cerita Bapak Bondan Winarno yang pernah bela-bela in naik taxi dari Denpasar ke Gilimanuk hanya untuk menikmati sepiring ayam betutu Men Tempeh. Begitu lezat nya si ayam betutu ini, sampai Pak Bondan mau bela-belain naik taxi ke tempat yang jauh ini, kalau dihitung-hitung biaya ongkos taxi lebih mahal dibanding beli ayam beututu nya sendiri.

ayam betutu men tempeh gilimanuk1

Cerita Pak Bondan diatas membuat saya terkesan, oleh karena itu mumpung saya lagi Gilimanuk saya harus menyambangi ayam betutu Men Tempeh. Dalam keadaan lapar berat sehabis bermain air di pulau Menjangan, kami menyusuri jalan raya Gilimanuk menuju sebuah terminal yang sudah tidak terpakai lagi. Menurut petunjuk, di terminal Gilimanuk lama inilah Man Tempeh membuka warung makan nya.

ayam betutu men tempeh gilimanuk6

Setiba nya kami di terminal lama Gilimanuk, kami dibuat bingung dengan banyaknya warung makan yang menjual ayam betutu dan semua nya mengaku bernama Men Tempeh. Tidak kehabisan akal, saya langsung menelpun Bli Agung, pemilik kapal yang kami sewa untuk ke Pulau Menjangan tadi. Pertanyaan saya sederhana “ Warung makan mana yang ayam betutu nya paling enak ?”, logika saya, karena Bli Agung orang asli Gilimanuk pasti dia tau mana yang enak. Kami diarahkan untuk memilih rumah makan pertama yang kami temui ketika kami masuk ke area terminal.

ayam betutu men tempeh gilimanuk4

Ayam betutu termasuk menu khas Bali paling populer, seperti halnya babi guling, lawar, dan satai lilit. Untuk ayam betutu khas gilimanuk ini, ayam nya tidak kering seperti bebek atau ayam betutu dari Ubud, bahkan cendrung berkuah, Rasa pedas jadi ciri khas utama ayam betutu. Seperti pada masakan Bali umumnya, semua bumbu dirajang atau ditumbuk. Bumbu-bumbu terdiri dari cabai rawit, cabai merah, bawang merah, serai, jahe, lada dan bahan lain nya. Sebagian bumbu tersebut dibalurkan ke daging ayam dan sebagian lagi dimasukan ke dalam rongga perut ayam, tujuan nya adalah agar bumbu meresap kedalam daging ayam, karena biasanya ayam yang digunakan adalah ayam kampung yang tekstur nya lebih liat dibanding ayam negeri. Baru kemudian ayam dikukus, dan terakhir ayam disiram dengan kaldu ayam yang sudah berbumbu.

ayam betutu men tempeh gilimanuk3

Dalam keadaan sangat lapar setelah berenang, rasanya tidak sabar menunggu pesanan kami dihidangkan, ada dua pilihan ukuran ayam yang ditawarkan dalam buku menu yaitu mau satu ekor atau potongan. Kami memilih yang versi potongan. Sebagai pelengkap, masakan ini disajikan bersama kacang goreng, sambal matah, sambal goreng, dan rebusan terong, tidak tertinggal tentu saja nasi panas nya.

ayam betutu men tempeh gilimanuk2

Buat saya pribadi, saya lebih suka dengan ayam betutu ala Gilimanuk ini, karena terasa lebih pedas dan segar, kesegaran nya mengingatkan saya akan masakan garang asam dari jawa, tapi tentu saja dengan versi yang berbeda. Bukan karena kami sedang kelaparan ya, jadi setiap suapan ayam betutu gili manuk ini terasa sangat nikmat, tekstur lembut ayam bercampur dengan pedas nya bumbu dan siraman kuah kaldu melengkapi kelezatan rasa. Sayuran rebus dan kacang goreng menjadi peredam pedas nya ayam betutu.

Setelah menikmati kelezatan ayam betutu ala Gilimanuk ini rasanya tidak berlebihan kalau Pak Bondan mau menempuh jarak 127 KM dari Denpasar menggunakan taxi hanya untuk sekedar melepas rindu dengan pedas nya ayam betutu ini. Karena saya dan Ichil sudah membuktikan enak nya ayam betutu Gilimanuk Men Tempeh .

ayam betutu men tempeh gilimanuk7

Akhirnya setelah saya pulang liburan, baru diketahui kalau warung makan ayam betutu Men Tempeh yang asli itu adalah warung yang posisi nya berada di tengah terminal. Sangat menarik memang jika membahas ayam betutu Men Tempeh, kelezatan nya begitu mempesona, sehingga banyak orang yang ikut mengaku-ngaku sebagai men tempeh asli. Berhubung kami baru sekali singgah disana, jadi kami tidak bisa membandingkan kelezatan rasa man tempeh asli atau man tempeh versi pemilik kapal di pulau menjangan. Mungkin saya dan Ichil perlu kembali lagi.

 

RM Ayam Betutu Men Tempeh,

Terminal Lama Gilimanuk

Bali.

Telp. 081337464953



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *