Coto Makasar Daeng Sija

Berita mengenai Pasar Senen yang terbakar beberapa waktu yang lalu membuat saya berduka. Bagaimana tidak ? Pasar Senen adalah surga kuliner buat saya dan Ichil yang hobi menjelajah pasar. Saya langsung berpikir, bagaimana kabar ncik penjual nasi tim di kios dekat tangga ? kemana pindah nya deretan warung-warung Padang di dekat taman itu ? dan masih banyak lagi penjual makanan enak lain nya disana, entah bagaimana nasib nya. Tapi apa daya, kayu sudah menjadi arang, kebakaran hebat di Pasar Senen sudah membuat ribuan pemilik kios kehilangan kios nya. Tapi untung nya Koh Ahok, sebagai PLT Gubernur DKI berjanji akan membuat pasar Senen menjadi lebih bagus lagi setelah kebakaran ini.

Baiklah, selagi koh Ahok sedang membereskan Pasar Senen, mari kita meilipir ke bawah jembatan layang Senen dulu, atau tepat nya di Jalan Kramat Soka no 2. Saya mau kasih tau kalau ternyata di jalan sempit ini terdapat harta karun yang tersembunyi, yaitu Coto Makasar Daeng Sija. Teman kami Ana, yang memberi petunjuk mengenai keberadaan Coto Makasar Daeng Sija ini. Menurut Ana, Coto Makasar Daeng Sija ini adalah Coto Makasar yang ter-enak di Jakarta versi Ana, Kalau dia kangen coto makasar, yang dia ingat ya si Coto Makasar Daeng Sija ini, “Daeng Sija dapat membawa rasa asli Coto dari Makasar ke Jakarta” kata Ana.

Coto Makasar Daeng

Tidak tanggung-tanggung, Ana mengantar langsung saya dan Ichil untuk mencoba Coto Daeng Sija ke Pasar Senen. Sebenar nya Coto Daeng Sija sudah buka sejam jam 11 pagi, tapi kami memilih makan malam kesana nya, mungkin karena sudah malam jadi suasana warung coto tidak terlalu ramai, hanya ada dua meja yang terisi. Ana yang bertindak sebagai tuan rumah mulai memesan makanan untuk kami, masing-masing dari kami dipesankan satu porsi coto makasar lengkap dengan buras nya.

Buras Coto Makasar

Tidak lama berselang, coto makasar pesanan kami datang. Dari penampilan nya mengingatkan saya akan soto kudus yang menggunakan mangkok-mangkok berukuran kecil. Mangkok boleh sama, tapi soal rasa dan warna, soto dari Jawa dan Coto dari Makasar sangat berbeda. Coto Makasar berwana coklat mendekati hitam,mirip dengan warna kuah rawon. Akan tetapi warna coklat dari coto makasar bukan berasal dari buah kluwek, tapi dari kacang tanah yang disangrai. Oleh sebab itu, menurut saya Coto Makasar lebih kaya rasa, perpaduan rasa kacang bercampur dengan rempah-rempah khas Indonesia.

Coto Makasar Daeng

Setuju sama Ana, coto Makasar Daeng Sija ini memang patut dipujikan. Tidak salah memang petunjuk dari lidah asli Makasar nya Ana, Coto Makasar nya enak dengan daging yang berlimpah, rasa kuah yang pas, taburan daun bawang dan bawang goreng nya juga banyak. Istimewa nya lagi adalah, sambal coto nya khas Makasar banget, yaitu ada campuran touco nya. Oh iya jangan lupa ditambah perasan jeruk nipis nya. Menurut Ana lagi “ Orang makasar suka perpaduan rasa pedas dan asem”.

 

sambal taucho Coto Makasar Daeng

Untuk dessert nya kami mencoba Barongko. Makanan kecil khas Makasar yang terbuat dari pisang yang dicacah halus, dicampur dengan satan dan dikukus. Perpaduan rasa manis dari pisang terasa cocok bertemu gurih nya santan. Sebenar nya Daeng Sija juga menjual es pisang hijau, tapi sudah habis karena kami datang kemaleman.

Barongko Coto Makasar Daeng

Daeng Sija sudah berjualan di Jl.Kramat ini sudah sejak lama. Walaupun tempat jualan nya sederhana dan tersembunyi diantara deretan-deretan penjual nasi kapau Padang, tapi terlihat apik dan bersih. Terima kasih Ana yang sudah memperkenal kan tempat ini, pasti kami akan kembali lagi.

Coto Makasar Daeng

 

Coto Makassar Daeng Sija

Jl. Kramat Raya Soka No 2

Senen – Jakarta Pusat

 



2 responses to “Coto Makasar Daeng Sija”

  1. sarah says:

    apakah bisa order dengan menggunakan gojeg / gofood?

    thanks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *