Nasi Kapau Uni Des

Alkisah, ada sebuah nagari (desa) di Sumatra Barat  yang bernama  Desa Kapau. Desa ini berada di kabupatem Agam, Bukit  Tinggi. Jika kita berkunjung ke desa Kapau, kita akan disuguhi pemandangan indah, hamparan sawah yang ber bingkai deretan bukit barisan. Dari sebah desa yang cantik ini lah berasal  masakan minang yang sangat terkenal  di penjuru negeri  hingga manca negara , yaitu  Nasi kapau.

Pejuang nasi kapau uni des

Hal ini dibuktikan dalam ajang  World Street food congress yang diadakan di Singapura  bulan May  lalu. Nasi kapau dipilih menjadi salah satu wakil Indonesia di ajang  tingkat dunia itu. Sebuah kebanggaan bagi masyarakat minang. Seorang pemuda asli Kapau bernama Afdal Fitra  yang memboyong nasi kapau ke Singapura. Selama di Singapura Uda Afdal menyajikan semua masakan khas kapau lengkap dengan panci-panci besar dan sendok panjang yang terbuat dari batok kelapa, layak nya sedang berjualan di pasar Bukit tinggi.  Tidak sia-sia, kerja keras uda Afdal membuahkan hasil, seorang  Anthony Bourdain memuji kelezatan rendang daging uda Afdal sebagai rendang paling enak yang pernah dia coba.

Oleh sebab itu, pada waktu Pulang Basamo kemarin, saya merasa perlu menyambangi nasi kapau uda Afdal di kampung kapau, namun sayang, uda afdal sedang merantau ke Irian jaya untuk membuka nasi kapau di pulau paling ujung Indonesia itu. Untuk mengobati kekecewaan saya, uda afdal memperkenal kan saya dengan adek nya uni Ira yang mengatakan kalau saya masih bisa mecicipi nasi kapau  Asli buatan uni Des.  Siapa uni Des ini? Uni Des adalah kakak Sepupu dari Uda Afdal,  beliau ini yang mengajari uda Afdal memasak. Betapa beruntung nya saya, bisa mencoba langsung masakan guru memasak nya uda Afdal.

Tambusu uni des

Uni Des berjualan di pasar Haur Kuning di Bukit tinggi. Kebetulan, hari sabtu pada saat saya berkunjung merupakan hari Pakan atau hari pasar di Pasar haur kuning ini. Ada sebuah tradisi di Sumatra barat mengenai hari pasar, yaitu pasar-pasar di kota-kota yang tersebar di seluruh Sumatra Barat memiliki hari-hari tertentu sebagai hari pasar nya, pada hari pasar ini seluruh pedagang-pedagang dari  seluruh penjuru Sumatra Barat datang berjualan di kota tersebut. Pedagang-pedagang ini selalu berpindah mengikuti hari pakan yang sedang berlangsung.

uni des lauk pauk

Begitu juga dengan Uni Des, Beliau setiap hari berkeliling ke pakan-pakan , hari sabtu ada di pasar Aur Kuning, hari kamis ada di pasar Batu Sangkar nanti hari minggu bisa di pasar Paya kubuh. Lucu nya, walau nasi kapau sudah sangat terkenal, tapi kalau kita datang ke Nagai Kapau nya langsung, kita akan kesulitan menemukan rumah makan kapau. Mengapa begitu ? karena memang  dalam berjualan nasi kapau, masyarakat Kapau melakukan nya secara berkeliling dari satu Pakan-ke pakan yang lain, jadi jualan nya tidak menetap di kampung nya.

Pasar aur kuning

suasana pasar aur kuning

suasana pasar aur kuning 1

Warung nasi kapau uni Des menempati sebuah kios kecil yang sangat sederhana. Untuk sampai di warung kapau uni Des kita harus melewati lapak-lapak penjual sayuran, ikan segar dan lain-lain. Sebagai petunjuk kalau kita sudah menemukan warung nasi uni Des adalah, Panci-panci besar berisi lauk-pauk yang berjejer di tengah kios, menjadi pusat segala kegiatan di  warung makan ini, dikeilingi oleh bangku-bangku panjang yang terbuat dari kayu sederhana. Dari pukul enam pagi hingga petang uni Des sibuk melayani pembeli, baik sesama penjual di pasar atau pengunjung pasar.

Masakan uni des

Melihat semua masakan yang tersaji dalam barisa panci-panci besar itu pasti menerbitkan air liur bagi setiap pembeli, lihat saja potongan rendang ayam yang tersusun rapih, usus sapi yang berisi telur tampak meliuk-liuk siap dipotong untuk disajikan, ada juga gulai daging tunjang, gulai daun kol yang dicampur dengan kacang panjang, dendeng batoko berselimut cabai merah yang ditumbuk kasar, asam padeh daging, pangek ikan mas, dan banyak lagi.

nasi kapau kikil uni des

Setelah melihat semua menu yang tersaji, mari kita berpetualang dalam sepiring nasi kapau. Biasanya nasi putih  selalu berteman dengan gulai daun kol yang di campur dengan kacang panjang, pasangan duet  ini biasanya tidak terpisahkan, baru lauk yang kita pilih menempati  posisi terhormat  dalam piring nasi ini. Tapi tidak berhenti di lauk pilihan tadi, di dalam piring juga ditambahkan sepotong kecil dendeng batokok lengkap dengan cabai nya, irisan kecil gajebo,  sedikit potongan kikil, dan tidak lupa sambal bunga bawang dan bumbu rendang  yang biasanya dicampur dengan irisan singkong atau yang dikenal dengan dakak-dakak turut pula meramaikan lauk-pauk dalam piring.

nasi kapau rendang ayam uni des

Kenapa semua lauk-pauk yang tidak termasuk dalam lauk pilihan juga ikut dimasukan kedalam piring ? ini lah unik nya penyajian ala nasi kapau. Lauk-pauk tersebut di istilahkan dengan lauk sebeng, yang arti nya lauk yang di tebengin atau di sempilin ke dalam piring,  berfungsi sebagai bonus diluar lauk utama. Jadi misal nya kita milih rendang ayam sebagai lauk utama, bersama rendang ayam itu ditambahkan juga semua lauk-pauk yang saya ceritakan tadi. Jadi terbayangkan bagaiamana seru nya menikmati sepiring nasi kapau.

Lain lagi ceritanya kalau nasi kapau ini dibungkus untuk dibawa pulang, satu porsi nasi bungkus kapau bisa tiga atau lima kali lebih banyak porsi nya dibandingkan porsi makan ditempat. Mengapa demikian ? karena penjual nasi kapau beranggapan kalau dibawa pulang arti nya yang menikmati nasi bungkus ini bukan untuk satu orang, tapi nasi kapau akan dinikmati oleh satu keluarga, oleh sebab itu perlu dibungkuskan menu jumbo. Jangan kuatir, jika ingin menikmati nasi kapau seorang diri, cukup bilang ke penjual nya, versi kecil yang arti nya nasi dibungkuskan untuk makan sendiri.

nasi kapau uni des 1

Menurut saya, selama beberapa hari berkeliling Sumatra barat dan mencicipi berbagai macam kuliner nya,  nasi kapau uni Des ini adalah juara nya. Untaian kata-kata penuh pujian rasanya tidak cukup menggambarkan  kelezatan nya. Resep asli turun temurun yang terus terjaga, proses memasak cara traditional yang tetap dipertahan kan dan  ilmu yang tinggi dalam mengolah masakan, membuat nasi kapau uni des layak dipuji.

Sangat disayangkan, kepiawaian memasak di nagari kapau  kini didominasi orang-orang tua saja, sudah banyak anak muda nya yang meninggalkan tradisi memasak dan berjualan nasi kapau, mengakibatkan kelangsungan keterampilan memasak masakan knasi  kapau terancam punah. Untung lah anak muda hebat seperti uda Afdal menyadari hal ini, sehingga  mau belajar dan terus melestarikan kuliner nasi kapau. Selayak nya juga, kita sebagai generasi muda ikut membantu melestarikan kuliner traditional Indonesia seperti nasi kapau ini, jangan sampai generasi sekarang lebih mengenal masakan luar negeri saja.

Kalau saya sih, rela sepenuh hati  blusuk-blusuk kedalam pasar traditional, duduk berdesakan dan berkeringat di dalam kios kecil yang sederhana,  untuk menikmati sepiring nasi kapau yang penuh dengan lauk-pauk yang lezat ….

“Tambuah ciyek dendeng batokok nyo uni…….”



2 responses to “Nasi Kapau Uni Des”

  1. etu says:

    Nah yang ini bisa bikin saya dan bu Dani bego kekenyangan … slurpppp …

  2. Febee says:

    Samaaa…lo sama Dani kalo ke Padang wajib ke nasi kapau uni Des ini…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *