RM. Pagi Sore

Rumah makan Pagi Sore di Jalan Pondok no 143, daerah Kampung Cino Padang ini ibarat salam pembuka bagi  siapa saja yang berkunjung ke Sumatra Barat. Jika anda mendarat di Bandara International Minang Kabau tepat jam makan siang, tentu perut sudah minta di isi, untuk lanjut ke Bukit Tinggi bukan ide yang bagus, mengingat perjalanan dua jam yang harus ditempuh. Maka, minta ke Pak supir untuk belok dulu ke kota Padang dan singgah lah di Rumah Makan Pagi sore ini.

Rumah maan pagi sore

Rumah makan Pagi Sore ini berdiri sejak tahun 1947, hal ini bisa kita lihat dari Papan kayu bertuliskan “Pagi Sore, berdiri sejak tahun 1947” yang bertengger di atas teras rumah makan, siap menyambut setiap tamu yang datang. Menu andalan di rumah makan ini adalah ayam goreng nya yang tidak boleh dilewatkan. Namun begitu, menu-menu lain yang dihidangkan juga tidak kalah nikmat.

 

hidangan pagi sore

 

Coba lihat menu-menu yang dihidangkan ini : gulai kepala kakap, ikan bakar padang, gulai ayam, daun singkong rebus, sambalado petai, gado-gado Padang dan rendang daging, rendang daging nya juga istimewa, walau tekstur daging nya tidak lembut, tapi juga tidak banyak perlawanan, yang menarik rendang daging nya yang beraroma Smoky, menunjukan kalau rendang dimasak menggunakan kayu bakar, cara masak traditional yang masih dipertahankan hingga sekarang.

 

piring-piring pagi sore

 

Ada juga menu yang jarang kita temui di rumah makan padang di Jakarta yaitu sayur anyang, sayur anyang adalah sayuran yang mirip dengan urap jawa, beda nya kalau urap ala Minang ini tidak menggunakan kencur, cukup bawang merah dan cabe merah yang diulek bersama parutan kelapa yang sedikit muda, ciri khas lain nya adalah kucuran jeruk nipis di adonan parutan kelapa tadi, membuat sayuran terasa segar.

 

rendang pagi sore

Cabai hijau pagi sore

Menu lain nya yang sedikit berbeda adalah gulai tauco buah rimbang. Gulai tauco ini mendapat pengaruh dari Melayu Medan, karena gulai satu ini juga bisa kita temui di Restoran Melayu.  Coba juga Kacang Putih Bumbu Gulai nya, bumbu gulai meresap ke kacang putih yang besar dan empuk. Ada juga  pula gulai sayur pakis dengan bumbu gulai khas Minang.

Tauco pagi sore 

 

Kembali ke menu ayam goreng nya, dari penampilan nya ayam goreng di rumah makan ini sangat sederhana, tidak tampak baluran bumbu yang menyelimuti daging ayam, potongan ayam nya pun kecil-kecil karena memang ayam yang digunakan adalah ayam yang berumur 35 – 40 hari. Tapi jangan tertipu dengan penampilan si ayam goreng, coba cicipi dan saya jamin satu potong tidak cukup untuk disantap. Dagingnya empuk dan gurih, bumbu meresap sampai ke tulang-tulang nya, boleh di sesap si tulang sampai titik darah penghabisan, karena memang sayang melewatkan tulang-tulang ayam yang terasa gurih dan crunchy ini.

 

Ayam goreng pagi sore

 

Rumah makan Pagi Sore dikelola secara turun temurun oleh keluarga Hajah Rostina, yang meneruskan usaha Rumah Makan ini dari mertua nya dan kini secara bersama-sama dengan anak dan menantu nya terus  melestarikan Rumah Makan Pagi Sore.

 

Gulai kacang pagi sore

 

Bangunan rumah makan tampak klasik  dengan dominasi cat berwarna hijau yang membuat sejuk pandangan mata. Iringan gitar akustik dan lantunan lagu Minang ayam den lapeh dari pengamen bersuara rancak  yang mangkal di depan pintu meyakinkan saya kalau saya benar-benar sedang berada di kampung halaman tercinta.

Luruihlah jalan Payakumbuah

Babelok jalan Kayu Jati

Dima hati indak kan rusuah

Ayam den lapeh, ohoi … ayam den lapeh ……

 

RM Pagi Sore

Jl Pondok 143

Taman Area,

Padang



One response to “RM. Pagi Sore”

  1. etu says:

    Tumben cara penulisannya beda? Efek kebayang aromanya ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *