RM Kusuma Sari

Cerita ini adalah oleh-oleh dari perjalanan mudik saya pada waktu lebaran kemarin ke kampung halaman orang tua saya di Klaten, Jawa Tengah. Akhir nya setelah 10 tahun tidak pernah mudik, kepulangan saya ke Klaten kemarin seperti menghadirkan kembali berjuta kenangan masa kecil saya di Kampung. Budaya Jawa sangat kental mengalir dalam keluarga saya, mulai dari kebiasaan sehari-hari sampai dengan masakan nya, dan momentum mudik lebaran ini juga menjadi ajang nostalgia saya mencoba masakan-masakan jawa yang sudah jarang bisa saya temui di Jakarta, seperti bubur ndeso, trancam, jangan Lombok Ijo, es dawet dan sop matahari.

Ada yang istimewa dengan masakan Sop Matahari, masakan ini dahulu hanya bisa kita temui di acara-acara perkawinan Jawa saja yang istilah nya “Jagongan”, perkawinan ala Jawa ini sangat berbeda dengan pesta-pesta perkawinan sekarang, dalam ingatan saya pada waktu itu adalah sebuah resepsi perkawinan tanpa ada rasa lelah berdiri, tanpa ada antrian panjang untuk menyalami sang mempelai, karena selama prosesi perkawinan berlangsung, para undangan menyaksikan nya dari kursi tamu dengan penuh hikmad dan para tamu juga akan dilayani laksana raja. Jadi istilah kata, duduk manis, saksikan prosesi nya dan makanlah hingga kenyang.

Selama acara berlangsung, makanan yang dihidangkan ke para tamu tidak ada habis-habis nya, mulai dari makanan pembuka, makanan utama hingga penutup, cara penyajian makanan ini oleh ayah saya dikenalkan dengan nama “Banyu Mili” yang artinya air mengalir. Dinamakan demikian karena memang proses penyajian makanannya seperti air yang terus mengalir tanpa jeda. Namun ketika beranjak dewasa, saya juga mendapatkan singkatan menarik dari proses ini yaitu USDEK – Unjukan (minuman) – Sop – Dahar (makan) – Es – Kundhur (pulang).

Menu pertama yang tampil adalah Unjukan, disertai makanan kecil (snack), untuk minumannya sangatlah spesifik, yaitu teh panas kental dan manis, walaupun acaranya di siang hari serta ruangan tidak ber AC, sehingga dapat dipastikan keringat bercucuran. Biasanya sajian unjukan teh panas manis ini akan disandingkan dengan makanan kecil yang terkadang tersaji dengan cara di humbar kedalam beberapa piring, seperti kripik, kacang, kuping gajah dan jenang (dodol), namun di beberapa acara saya juga menemukan penyajian dengan cara dijatah kedalam piring kertas, berupa 2 atau 3 macam kue kecil, yang komposisinya adalah 1 asin, 1 manis dan kacang/agar-agar (gudhir). Untuk menu manis biasanya adalah kue bolu atau kue yang lagi trend dijamannya, sempat kue marmer atau bolu surabaya menghiasi belantika trend makanan kecil, lalu untuk pilihan menu asin nya biasanya adalah sosis solo, risoles atau lemper.

Menu pertama selesai ditandai dengan deretan tamu terakhir yang sudah menerima menu snack ini, lalu akan dilanjutkan pada menu kedua yaitu sop. Yeeeiy… menu ini adalah menu yang selalu saya tunggu, entah mengapa saya suka sekali dengan menu sop yang disajikan pada acara perkawinan. variasi dalam penyajian sop sangat beragam, mulai dari yang paling sederhana, dimana hanya diisi dengan dua atau tiga potongan wortel, sosis, ayam, dan kapri hingga yang mutakhir seperti sop matahari yaitu sop dengan isian lalu dibentuk seperti bunga matahari, namun kesemuanya menggunakan kuah kaldu bening.

Setelah para tetamu menyelesaikan sajian sop nya, selanjutnya hadir menu selingan seperti Selat, yaitu daging rolade yang disiram dengan kaldu dengan rebusan wortel, buncis serta telur dan yang pasti sejumput mayonnaise kuning yang terbuat dari telur rebus, rasanya seger sumyah.

Selesai selat, masuklah menu utama Dahar (makan), pada makan ini biasa menu ramesan yang lauknya biasanya terdiri dari sambal goreng ati, udang goreng tepung, buncis oseng atau cap cay dan tak lupa krupuk udang, semua dalam porsi sejumput.

Akhirnya sampailah pada menu pamungkas, menu ini biasanya selalu dinanti oleh anak-anak, termasuk saya pada saat itu, menu yang ditunggu-tunggu itu adalah Es Krim (simbah saya melafalkan dengan Es Grim). Jangan bayangkan yang tersaji adalah es krim yang creamy dan lembut seperti sekarang ini, es ini bertekstur kasar dan tidak terbuat dari susu, melainkan santan, dan menjadi kaku dan keras dikarenakan proses yang cukup lama dengan memutar –mutarkan wadah adonan santan yang diberi perasa seperti kelapa muda, vanilla atau durina dengan es batu dan garam krasak (garam kasar), sehingga kadang es ini disebut disebut es putar.

Satu scope kecil es putar dalam gelas plastik yang dilengkapi dengan sendok kayu, menjadi pelengkap seluruh sajian. Seluruh proses acara berakir ditandai dengan pasangan pengantin serta kedua orang tuanya mulai berdiri di pintu keluar,siap untuk diberi salam oleh para tamu dan mengantar pulang para tetamu dengan ucapan terima kasih. Bisa dibayangkan betapa hikmat nya jagongan seperti ini.

Segala kenangan itu membuat saya tergelitik untuk menikmati sajian-sajian acara jagongan itu kembali, berhubung saya sudah tidak menemukan lagi proses jamuan perwakinan banyu mili terutama di Jakarta, maka pada kesempatan lebaran ini saya menyambangi salah satu restaurant favorit keluarga kami, ya tidak ada salahnya tho membuat banyu mili versi mini kan?
Restoran Kusuma Sari, merupakan salah satu legenda kuliner di kota Solo. Seluruh menu yang tersaji merupakan resep asli dari almarhumah Bu Menggung yang sangat legendaris, beliau adalah ibunda kandung Prof. Sardono W. Kusumo.

Buku Menu Kusuma Sari

Letak restoran nya tepat di pojokan jalan yos sudarso dan slamet riyad, memang berkesan sangat oldies. Dengan suasana temaram dan cenderung gelap sangat egaliter, sehingga kesan pertama yang didapat adalah tempat makan priyayi yang porsinya priyayi, namun saya jamin untuk harga sangat merakyat.
Seperti semangat saya untuk mendapat sajian “laden” atau banyu mili, maka menu pembuka pada makan siang ini adalah sop matahari. Masih sama dan tidak berubah, begitulah kesan pertama saya ketika semangkuk sop tersaji dihadapan. Hirupan pertama pada kaldum ayam tersasa ringan dan bersih, membangkitkan selera makan. Untuk isianya si bunga matahari itu sendiri terdiri dari cincangan daging ayam, jamur, wortel dan sosis di bentuk ditengah lalu dibungkus dengan dadaran telur dan di kukus.

Sup Bunga Matahari Kusuma Sari

Melanjutkan dengan prosesi selanjutnya, sebelum masuk menu utama saya sempatkan untuk memesan Selat Solo, di restoran ini namanya Selat Segar, ini favorit saya. Selat yang tersaji dengan racikan otentik dan yang juaranya adalah saus mayonesnya, yang merupakan “homemade”

selat solo Kusuma Sari

Dalam sepiring selat terdapat potongan daging sapi tanpa lemak yang sangat juicy yang sekelilingnya tersusun daun selada, irisan tomat, irisan bawang merah, buncis, wortel dan kentang, lalu disertakan pula potongan telur rebus, keripik kentang, dan saus mayones yang ditaruh di atas daun selada. Racikan yang sangat indah dan menggiurkan tersaji dengan siraman kuah semur yang manis dan gurih.

Untuk menu utamanya saya memilih steak galatine, Menu ini juga tersaji dengan sangat sempurna, daging cincang rolade nya bersih dari lemak, terasa sangat jujur, menampilkan rasa daging yang terkecap di lidah dengan sauce kaldu yang terasa gurih dengan akhiran rasa manis , sangat sempurna.

Steak Galatine Kusuma Sari

Terakhir pun tak lupa saya tutup dengan menu es krim, sajian pamungkas yang cukup mumpuni untuk menyelesaikan menu ala banyu mili, rasa rindu sedikit terobati dengan sajian yang terhidang siang ini. Bahagia rasanya bisa menghadir kan upacara Banyu Mili Kembali, tapi yang membedakan kali ini saya keluar tidak untuk menyalami si empunya hajat tapi menyambangi kasir dan merogoh kocek untuk seluruh menu yang saya makan, walau tidak terlalu dalam karena memang rational sekali untuk harga, rasa dan mutu di restoran kusuma sari ini.

Es krim Kusuma Sari

 

Kusuma Sari

Jl. Slamet Riyadi 111 Solo

telp 0271-656406 fax 0271 -6151571
email : ksm_sari@ymail.com



2 responses to “RM Kusuma Sari”

  1. philardi ogi says:

    waah..fab gw disni es krim tutti frutty…enaaakk

  2. rumah makannya rasanya pengin saya samperin.. hhe

    btw, menu favorit kamu bisa di upload disini juga loch

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *