Nasi Kuning

Nasi Kuning Warung Selamat Pagi Kampung Kodo

Waktu menunjukan pukul  23:00 WITA, ketika pesawat yang  membawa saya, Ichil danYebe dari Jakarta mendarat dengan mulus di Bandara Sam Ratulangi Manado. Perjalanan  3 jam yang baru kami lalui tidak membuat kami lelah, rasa lelah itu kalah oleh antusias yang membucah, terbayang  petualangan seru dan kejutan-kejutan yang akan kami  temui  di Manado.

Daan kejutan pertama itu kami terima dari Kak Mirey dan Kak Hence, pasangan suami istri yang  menjemput kami malam itu di Bandara. Ternyata  bari bandara mereka tidak langsung mengantar kami ke penginapan,  tapi  kami di “culik” kesebuah perkampungan yang   bernama kampung Kodo, sebuah perkampungan yang terkenal dengan kelezatan nasi kuning khas Manado nya.   Di kampung Kodo ini terdapat sebuah jalan yang di sepanjang jalan itu berderet rumah makan yang menjual nasi kuning.

nasi kuning manado_selamat pagi

Salah satu warung nasi kuning yang terkenal di Kampung Kodo adalah warung nasi kuning “SelamatPagi” yang buka 24 jam, tidak semua warung nasi kuning di Kampung Kodo yang buka 24 jam. Warung nasi kuning Selamata Pagi adalah warung sederhana dengan deretan kursi-kursi panjang dengan penerangan lampu yang temaram, akan tetapi warung ini terlihat bersih.  Yang membuat saya terkejut adalah, walau sudah hampir tengah malam,  saya masih melihat beberapa orang yang sedang asyik menikmati nasi kuning dan tampak  di depan kasir orang-orang yang sedang  antri memesan nasi kuning untuk dibungkus bawa pulang. Hmmm…makan nasi kuning di tengah malam buta ? yaaah hanya di Manado ini tempatnya.

nasi kuning_kampung kodo

 Lalu…Izin kan saya bercerita tentang Nasi Kuning Kampung Kodo ini..nasi kuning khas manado ini  sebenarnya tidak jauh berbeda dengan nasi kuning yang biasa saya temui di pulau Jawa. Tapi mungkin sedikit ada perbedaan pada  proses pembuatannya, pada  nasi kuning  Manado tidak menggunakan daun salam,tapi menggantinya dengan daun pandan. Dari sisi tekstur nasi, nasi kuning Manado terasa lebih keras atau pera , tidak seperti nasi kuning Jawa yang pulen, mungkin hal ini disebabkan oleh jenis berasnya.

Perbedaan lain nya terdapat di lauk pendamping, Kalau di nasi kuning manado kita tidak akan menemukan urap, tempe orek, pergedel kentang atau taburan dadar telur,  tapi semua itu tergantikan dengan suwiran daging yang sudah berbumbu, abon ikanca kalang atau ikanroa, keripik kentang yang dipotong –potong memanjang dan tidak ketinggalan sambal pedassss. Oh iya, untuk telur biasanya yang disajikan adalah telur utuh yang sudah direbus.

Kembali ke warung nasi kuningS elamatPagi KampungKodo, tidak salah memang pilihan Kak Mirey dan Kak Hence yang mengajak kami di tengah malam buta untuk menikmati nasi kuning. Meminjam komentar Yebe tentang nasi kuning Kampung Kodo ini : “walaupun makan nasi kuningd engan matan gantuk, begitu suapan pertama tiba …dilidah sekonyong- konyong gue langsung seger, ueeeenaaaakkk banget  ini nasi kuningnya ditambah sambal cakalang nya, wuiiihhh Mak  Jleebb “.

Sambal nasi kuning_kampung kodo

Terima kasih kepada kak Mirey dan kak Hence atas kejutan yang indah ini, kejutan ini bagaikan ucapan selamat datang yang sempurna bagi kami bertiga.

Nasi Kuning  Rumah Makan Saroja

Waktu menunjukan pukul 07:30 WITA, ini adalah hari pertama kami di Kota Manado.  Sisa-sisa kantuk masih melekat  pada wajah kami, tapi apa daya, ini hari pertama kami di Kota Manado ,sederet kegiatan seru sudah menunggu kami sepanjang hari ini. Seperti pagi ini kami akan diantar oleh Kak Hence menuju pelabuhan Calaca, bertemu dengan Daeng, seorang pemilik kapal yang akan mengantar kami  snorkeling ke pulau  Siladen, Bunaken dan Manado Tua.

Yuuup..rencana nya  seharian ini akan kami habiskan snorkeling di tiga pulau tersebut. Untuk itu kami harus membawa bekal  makan agar tidak kelaparan nanti nya. Pilihan jatuh ke Nasi Kuning Seroja. Wah,gak salah ya ? bukan nya semalem baru makan nasi kuning juga ?  hehehe …menurut kami nasi kuning manado adalah pilihan yang pas untuk bekal  kami, selain packaging nya yang kokoh ( biasanya nasi kuning manado dibungkus dengan menggunakan daun lontar), lauk pauk di dalam nya juga lengkap sehingga praktis untuk dibawa.

nasi kuning Saroja_bungkus

Kalau semalam kami mencoba nasi kuning di Kampung Kodo, pagi ini Kak Hence membawa kami ke sebuah  rumah makan nasi kuning bernama  Saroja, salah satu penjual nasi kuning yang cukup legend di kota Manado karena sudah  berjualan sejak  tahun 40 an.  Seperti nya nasi kuning ini adalah makanan favorite masyarakat Manado, tidak kenal waktu selalu ramai diserbu,  baik malam maupun pagi hari.

nasi kuning Saroja_isian

Seperti pagi ini, Rumah Makan Saroja sangat ramai. Hampir semua meja penuh, untung nya kami beli untuk dibungkus, jadi tidak perlu rebutan meja. Sambil menunggu antrian, saya minta Izin kepada pemilik Saroja untuk masuk ke dapur nya dan izin foto-foto juga,  syukurlah kami di izinkan masuk.

Di dalam dapur kami melihat kesibukan  yang luar biasa, hampir semua yang ada di dapur ini sibuk dengan pekerjaan nya masing-masing.  Saya melihat seorang ibu tua yang sedang membungkus nasi kuning ke dalam daun lontar. Daun lontar dibentuk sedemikian rupa sehingga nasi kuning bisa masuk kedalam nya, nasi kuning  yang dimasukin dalam keadaan panas, cantik sekali melihat kepulan asap dari deretan daun lontar yang berisi nasi kuning itu. Seperti nya setiap orang sudah mengerti akan tugas nya masing-masing dan semua tampak bergegas, ada yang bertugas di depan tungku menanak nasi , ada yang bertugas memasukan lauk-pauk kedalam bungkusan daun lontar,  dan beberapa orang yang mondar-mandir  membawa nasi kuning yang sudah siap dibungkus atau diracik dalam piring-piring hidang,  siap di sajikan ke depan. Seruuuu sekali melihat kegiatan di dapur Rumah Makan Saroja pagi hari ini.

nasi kuning Saroja_membungkus

Jika dibandingkan dengan dengan nasi kuning dari Kapung  Kodo semalem, lauk pauk di nasi kuning Saroja lebih banyak dan lebih meriah, karena ada tambahan lauk kentang yang dipotong  dadu  dengan kuah manis  yang menggunakan kecap hitam menyerupai semur. Suwiran daging di Nasi kuning Saroja juga lebih halus dan lembut mengingatkan saya akan abon sapi dari Jawa. Tapi untuk sambal nya, sambal dirumah makan Selamat Pagi  Kampung Kodo semalam lebih pedas rasanya.

nasi kuning Saroja_ibu pemilik

Oh iya, satu lagi fakta menarik yang saya temukan berhubungan dengan nasi kuning  khas Manado ini.   Penjual nasi kuning di Manado ini kebanyakan adalah perantau dari luar Manado dan mereka kebanyakan muslim. Jadi saya berkesimpulan kalau nasi kuning ini bukan kuliner asli dari Manado, tapi kuliner yang dibawa oleh  perantau dari tanah jawa atau daerah Makasar ke Manado bertahun-tahun yang lalu. Hal ini terekam oleh lauk pendamping  seperti kentang bumbu kecap dan Abon daging yang kita temui pada nasi kuning khas Manado. Akan  tapi ini baru analisa saya, belum bisa dibenarkan dengan bukti-bukti yang kuat.

nasi kuning Saroja_bekal

Akhirnya  setelah membayar 4 bungkus nasi kuning Saroja dan mengucapkan terima kasih karena sudah di Izinkan masuk dapur, kami langsung menuju pelabuhan Calaca. Singkat cerita, nasi kuning Saroja yang kami  jadikan bekal makan siang di tengah laut ini memang juara, rasa nya tetap nikmat walau dimakan berjam-jam kemudian.  Seperti nya acara melaut kami hari ini sungguh lah sempurna, pemandangan elok bawah laut bunaken dan sebungkus nasi kuning  Seroja yang lezat..

nasi kuning manado

 

 

Nasi Kuning Selamat Pagi Kampung Kodo
samping hotel Kawanua Kecil
Kampung Kodo 74 – Manado
Sulawesi Utara
Telp : 860197

Nasi Kuning Saroja
Jalan Diponegoro
Manado, Sulawesi Utara 95112
Phone : (0431) 851597



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *