Restoran Nyiur

Manado Tua

Seperti cerita saya disini, saya memang suka sekali dengan masakan Manado. Makanya saya seneng banget waktu liburan ke kota Manado kemaren dan bisa mencicipi masakan Manado langsung dari tempat asal nya.

Gak tau ya, apa karena saya terbiasa dengan masakan  padang yang rasanya pedas  sama dengan masakan Manado yang identik dengan padas juga, jadi kedua nya mirip-mirip. Ada sebuah anekdot yang bilang : orang padang kalau liat tanah kosong bawaan nya kepengen buka restoran aja,  sedangkan orang manado liat restoran bawaan nya mau makan aja..

Anekdot diatas menggambarkan gimana  cinta nya orang manado dengan makan. Juga ada teori yang bilang,  semua restoran di Manado rasa masakan nya enak, tinggal masalah selera yang cocok aja mau pilih restoran mana.  Teori tersebut benar  terbukti , selama lima hari saya, Ichil dan Yan berpetualang di Tanah Minahasa, menyambangi spot-spot kuliner warga Kawanua, selera makan kami benar-benar terpuaskan.

nyiur manado

Restoran Nyiur adalah Restoran pertama yang kami sambangi di Manado,  setelah seharian berenang di Pulau Bunaken, Siladen dan Manado Tua hasrat makan kami harus segera dipenuhi, Kebayang kan gimana lapar nya perut kami ?

Menurut informasi dari sahabat saya Mira yang orang Manado, katanya  Restoran Nyiur ini adalah Restoran Manado yang  sudah melegenda sejak dia  kecil, jadi wajiblah hukum nya untuk moncoba masakan nya kalau lagi berkunjung ke Manado.

Kami  sampai di Restoran Nyiur jam lima sore, suasana resto sangat sepi. Karena memang  jam makan malam masih lama. Restoran Nyiur menjual masakan khas manado, nama-nama masakan yang tertera di buku menu  sudah tidak asing lagi bagi kami, karena memang  hampir semua nya pernah kami jumpai di restoran Manado di Jakarta. Tapi karena ini makan nya di kota Manado nya langsung, pasti sensasi nya beda dong.  Berikut menu yang kami pesan :

Gohu bakasang nyiur manado

Sebagai menu pembuka,  kami memilih  Gohu Bakasang (Rp.12.000). Gohu adalah sebutan untuk rujak/asinan dalam bahasa Manado, biasanya bahan utama si gohu adalah papaya mengkel. Untuk kuah nya  gak beda jauh dengan asinan Bogor. Sedangkan Bakasang adalah fermentasi dari isi perut ikan cakalang yang hasil nya menyerupai terasi, Bakasang inilah yang dicampur kedalam kuah gohu  sehingga menghasilkan rasa yang unik. Buat yang tidak terbiasa, Gohu kuah bakasang ini terasa sangat amis, melebihi amis nya terasi, mungkin karena fermentasi isi perut cakalang yang tanpa proses dimasak. Biasanya untuk menutupi rasa amis bisa ditambahkan dengan sambal yang pedas.  Mungkin karena itu, jadi diantara kami bertiga hanya saya yang bilang Gohu Bakasang ini enak, sedangkan Ichil dan Yan sudah menyerah  pada suapan pertama. Gohu Bakasang ini adalah oleh-oleh yang selalu saya minta ke Mira kalau dia pulang kampung ke Manado dan saking suka nya dengan gohu Bakasang, di akhir liburan Manado ini saya membawa nya ke Jakarta di dua botol mineral.

oci bakar rica nyiur manado

Setelah menikmati Gohu Bakasang, menu utama yang kami pesan adalah Oci Bakar Rica (Rp. 12.500) ,Sebelum nya saya jelaskan dulu, Oci adalah sejenis ikan kembung yang berukuran besar, sedangkan ikan kembung sendiri di Manado disebut ikan Tude, jadi bisa dibilang si Oci ini adalah kakak nya dari Tude.

Untuk masakan Oci Bakar Rica nya sendiri merupakan makanan khas kota manado yang proses pembuatan nya sangat sederhana. Ikan Oci yang masih segar dibakar menggunakan arang tempurung kelapa, lalu disiram dengan sambal rica yang sangat pedas.  Kunci kenikmatan oci bakar ini terletak pada kesegaran ikan dan pedas nya si Rica.

Oci Bakar Rica biasanya dihidangkan dengan sambal dabu-dabu iris dan sayur cah kangkung panas atau sayuran khas manado lain nya seperti Sayur Paku Garo atau tumis bunga papaya.

paku garo nyiur manado

Kali ini kami memesan  Sayur Paku Garo  (Rp. 20.000), Sayur Paku dikenal juga dengan sayur pakis. Kalau di Padang saya ketemu sayur pakis ini di gulai paku untuk teman makan ketupat, di Manado sayur paku dimasak dengan cara ditumis bersama bumbu-bumbu yang lengkap, saya menemukan daun jeruk dan serai dalam piring sayur paku Garo ini. Selain perpaduan bumbu nya yang seimbang, Janis daun pakis di manado yang kecil-kecil dan muda jika dibandingkan dengan sayur pakis di Jakarta, membuat kami bertiga  rebutan untuk menghabiskan sayur paku Garo ini. Arti kata Garo Sendiri dalam bahasa Manado adalah dicampur, mungkin Sayur Paku Garo berarti sayur pakis yang dicampur dengan banyak bumbu.

tude kuah asam nyiur manado

Target berikut nya adalah Tude kuah asam (Rp. 12.000), Kuah asam ini adalah menu favorite saya jika ke restoran Manado, oleh sebab itu saya merasa wajib untuk memesan nya di Restoran Nyiur ini.  Saya akui, ini adalah kuah asam ter enak yang pernah saya coba, bahkan Yan yang  biasanya gak suka dengan ikan dimasak kuah, juga bilang tude kuah asam di Restoran ini  juara. Boleh dibilang, memasak tude kuah  asam ini sangat mudah, bahan-bahan nya juga tidak sulit ditemui, saya sendiri sering membuatnya di rumah, tapi hanya tangan-tangan ajaib saja yang bisa mengolah bahan-bahan sederhana ini menjadi masakan yang istimewa dan Restoran Nyiur memiliki nya.

sate ayam rica manado

Satu lagi menu utama yang kami pesan adalah Sate ayam rica (/tusuk) : Rp.7000. Dalam benak saya, yang nama nya sate itu adalah potongan daging yang di potong kecil-kecil lalu ditusukan ke lidi sate. Tapi Sate ayam rica ini berbeda, satu potongan utuh ayam ditusukan ke lidi sate, lalu di bakar dan terakhir disiram dengan sambal rica. Potongan daging ayam nya terasa empuk dengan balutan bumbu lezat yang meresap tapi hati-hati dengan tingkat kepedasan nya, bisa membuat kuping berasap….pidis..pidis…

es kacang merah nyiur manado

Sebagai penutup, kami memesan Es kacang Merah Alpukat Durian (Rp. 25.000). Satu gelas besar es kacang merah menghampiri  kami, penampilan nya sangat lah cantik, diatas gunungan serutan es , ter- onggok potongan-potongan durian beku yang telah dibentuk kotak-kotak.  Saking cantik nya saya merasa sayang untuk menghacurkan potongan durian-durian ini, tapi memang begitulah cara menikmati es kacang merah alpukat durian ini, semua dicampur menjadi satu lalu dinikmati pelan-pelah, saya merasakan kacang merah nya yang lebut, daging alpukat nya yang legit dan tentu saja rasa nikmat durian, walau menggunakan tambahan susu coklat kental manis tapi tidak menjadikan es kacang merah ini dominan rasa manis nya. Kalau tidak  ingat perut ini yang sudah kenyang, ingin rasanya kami memesan nya satu porsi lagi.

Manado memang istimewa, Setelah kami seharian dimanja dengan cantik nya pesona bawah laut pulau bunaken, siladen dan  manado tua, kini sebagai penutup hari kami dijamu dengan kuliner manado yang lezat. Rasanya tidak sabar menunggu petualangan menjelajahi Propinsi ini di empat hari kedepan….

 

Restauran  Nyiur

Masakan Khas Manado

Jl. Pierre Tendean – Boulevard

(Depan Kawasan Megamas)

Manado – Sulawesi  Utara

Telp : 0431 – 857700 , 857800



5 responses to “Restoran Nyiur”

  1. aurelia says:

    Rujak di tempat ini juga enak…hmmm, jadi rindu ke Manado. *lovestruck*

  2. Febee says:

    Aaahk..sayang bangettt kemaren gak nyobain rujak nya…udah kekenyangan makan bakasang..enaaaakk….hehehe

  3. mirabelle says:

    Foto dan tulisan Restoran Nyiur bikin ngiler aja….hehee.

  4. Febee says:

    Thaanks Miraaa…*Peluk*

  5. Bekeng inga kampung halaman……………i love manado

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *