Nasi Tim

Nasi tim

Saya adalah pecinta pasar, pasar traditional tepat nya. Jejeran sayur mayur, tumpukan ikan-ikan segar , barang-barang yang bergelantungan, proses tawar-menawar, membuat saya bergairah, kalau sudah begitu becek nya pasar sudah tidak saya perdulikan lagi. Walaupun banyak Mall modern yang juga menjual sayur mayur, tapi gak tau kenapa saya tertarik untuk mengunjungi pasar traditional yang panas, becek dan sumpek, bukan berarti saya tidak suka ketempat-tempat yang modern, tapi ada banyak hal unik yang kita dapatkan dari pasar-pasar traditional. Soal harga juga tidak selalu pasar traditional lebih murah, bahkan banyak juga yang harga nya lebih mahal.

Di Jakarta sendiri ada banyak pasar traditional yang asyik buat di kunjungi, dulu bersama teman-teman milis Jalan sutra beberapa kali kami mengadakan Tour to pasar, namanya pergi dengan milis makan-makan yah ending nya pasti kita menyerbu tempat makan-nya. Pasar favorite saya adalah pasar mayestik di Jakarta Selatan, mau cari barang apa aja ada disana, mulai dari sayuran segar, ikan asin, loyang kue, panci, peralatan jahit, baju daster, bahan baju, bumbu-bumbu padang, belum lagi jajanan nya, sate ayam emperan toko sepatu BATA, tahu gejrot, rumah makan padang di lantai dua, pokok nya lengkap. Saya pernah membuat foto seputaran pasar Mayestik disini.

Jika saya sedang treveling keluar kota, mengunjungi pasar setempat pasti masuk daftar “wajib kujung” dalam itenary yang saya buat.  Pasar Ubud Bali adalah salah satu pasar yang wajib saya kunjungi bila ke Bali. Saya jatuh cinta dengan tempat ini. Ibu-ibu penjual dengan kebaya khas bali, rempah-rempah asal Bali, hamparan sesajen, dan bau dupa yang semerbak mampu mendatangkan aura eksotik. Kalau saya boleh memberi saran, untuk mendapatkan barang yang anda inginkan dengan harga murah, datanglah pagi-pagi. Karena menurut kepercayaan di Bali, pengunjung pertama itu adalah pembuka pintu rezeki bagi mereka hari itu, jadi kalau kita sudah menawar barang dagangan mereka dan tidak jadi beli, sial buat dagangan mereka hari itu, oleh sebab itu  kasih murah.

Pasar favorite saya lain nya adalah pasar senen. Pasar ini paling cocok mendapat kan julukan Shop Till you drop, semua bahan yang di butuh kan untuk memuas kan hobi memasak lengkap ada disini. Sayuran, ikan segar, ikan asin, bumbu dapur, kopi kiloan, sampai berbagai jenis loyang kue ada disini. Saking lengkap nya saya suka panik kalau kesini, panik mau beli yang mana ? sama panik dengan isi dompet yang kok cepat menipis. Satu lagi yang mencuri hati saya di pasar senen ini adalah jenis makanan nya yang patut di coba. Saran saya, kalau mau kuliner di pasar ini datang lah pagi-pagi karna kita masih bisa menemukan ketupat sayur padang, nasi tim ayam kampung, nasi kapau, bakso dan kue-kue basah. Ini cerita lain saya tentang pasar senen.

Nah, Resep kali ini yang akan saya masak apalagi kalau bukan nasi tim ayam ala pasar senen. Resep ini cukup mengobati rasa kangen nasi tim pasar senen. Saran saya, gunakan ayam kampung agar rasa kaldu nya lebih mantap. Dan kalau topping nya berlebih, bisa digunakan untuk resep mie ayam yamin. Hmmmm..yummieee…I’m sure you’ll enjoy cooking this recipe.

*Resep di ambil dari Bonus Femina Juli 1999*

Nasi Tim Ayam

Bahan untuk tumisan ayam:

2 sdm minyak sayur untuk menumis

3 siung bawang putih, cincang halus

300 g daging ayam, potong dadu 1 cm

200 g jamur merang segar, belah dua

2 sdm kecap manis

1 sdm saus tiram

½ sdt merica bubuk

150 ml air

1 sdt garam

Untuk nasi :
1250 ml kaldu ayam/air
1 sdt garam
500 gr beras putih pulen, cuci bersih tiriskan
2 sdm minyak goreng

Untuk kaldu :
1½ liter kaldu ayam
2 sdm tumisan bawang putih yang di giling halus
1 sdt garam
½ sdt merica bubuk
1 batang daun bawang, iris

Cara Membuat Bahan :

Untuk Nasi : Didihkan air kaldu, masukkan beras, garam dan minyak goreng. Masak hingga menjadi nasi aron dan matang, angkat. Bagi menjadi 4- 5 bagian.

Untuk tumisan ayam : anaskan minyak, tumis bawang putih hingga harum,Masukan daging ayam, aduk hingga berubah warna,Masukan jamur merang. Aduk hungga layu. Tambahkan kecap, saus tiram,merica,air dan garam. Masak hingga kuah abis dan ayam matang.

Untuk Kaldu : Didihkan kaldu, masukkan tumisan bawang putih halus, garam dan merica. Setelah mendidih, taburi dengan irisan daun bawang dan bawang goreng, angkat.

Cara membuat cetakan nasi tim :

Siapkan mangkuk untuk mengetim nasi, olesi dengan minyak goreng sisihkan. Ambil satu mangkuk untuk mengetim nasi, masukkan tumisan ayam, lalu nasi dan padatkan. Kukus selama 30 menit hingga matang. Angkat. Sajikan hangat.Sebagai bahan pelengkap nasi tim di hidangkan dengan acar timun dan saos cabai.



One response to “Nasi Tim”

  1. Indra says:

    maknyus nihhh….

    bisa jadi referensi bini gw biar bisa masak makanan yg ada dalam web lo feb…

    dan berharap banget diundang untuk cicipin hasil karya chef febi…(klo bisa dibungkus dan dikirim kerumah hehehe)

    lanjutkan……

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *