Rawon Nguling Cikajang

Dalam rangka melestarikan kuliner Indonesia, rencana nya disetiap bulan nya saya dan Jenny akan memilih sebuah tema tentang masakan asli Indonesia untuk kami review. Hal ini disebabkan juga karena ke khawatiran kami yang melihat kecendrungan anak muda sekarang lebih bangga dengan makanan negara lain dibandingkan dengan makanan asli Indonesia sendiri. Semoga dengan langkah kecil ini, kami bisa berbuat untuk kuliner Indonesia.

Dan bulan ini, Jenny memilih tema RAWON sebagai makanan pertama yang akan kami review. Rawon adalah makanan yang berasal dari daerah Jawa Timur, seperti sop daging dengan kuah khas yang berwarna cokelat kehitam-hitaman yang didapat dari buah kluwek dan taburan toge kecil. Jujur saja, saya tidak terlalu akrab dengan masakan Indonesia satu ini. Rawon bukanlah salah satu makanan favorite saya,sehingga jika saya datang ke rumah makan yang menyediakan menu rawon, saya jarang sekali memesan nya. Saya bukan nya jijik dengan kuah hitam nya, tetapi saya tidak merasa nyaman dengan rasa yang di timbulkan oleh si buah kluwek nya itu. Tapi ada seorang temang yang berkomentar, “mungkin lo belom pernah nemu rawon enak aja kali Feb, Rawon itu makanan enak, coba cari deh” …Yuupp benar akhir nya saya bertemu dengan rawon yang menurut diteksi lidah saya Enak.
Rawon Nguling dengkul
Saya juga harus ber terima kasih kepada Jeny karena melontarkan tema Rawon ini, gara-gara tantangan rawon ini, saya bukan hanya mencari tau dimana tempat rawon enak di Jakarta ? tapi saya juga mencari tau apa sih sebenar nya rawon itu ? terus bagaimana dengan buah kluwek si bahan utama dalam rawon itu ? Saya melakukan sedikit research untuk mengetahui nya, ternyata hal mendasar yang membuat rawon itu enak adalah pemilihan kluwek yang bagus. Lalu, kluwek yang bagus itu yang bagaimana ? Hasil bertanya ke seorang teman yang sering bikin rawon bilang nya Kluwek yg bagus ciri-ciri nya berwarna cukup hitam, tapi masih lembek dan rasanya tidak pahit atau tidak beraroma asam menyengat, menempel di dinding batok dan tidak ber-air. Wooowww menarik sekali ya masakan yang bernama rawon ini, memasak nya tidak bisa sembarangan lho, karena buah kluwek sendiri mengandung sianida pada saat mentah nya, walaupun sianida ini akan berangsur berkurang setelah proses alami fermentasi, tp tetap ada kandungan sianidanya dalam jumlah kecil, jadi kalau gak pinter-pinter memilih kluwek nya untuk rawon, kita bisa keracunan Sianida. Satu lagi fakta menarik yang saya temukan seputar rawon, rawon akan lebih enak jika dinikmati pada hari ke 2-3 dan harus rajin di panaskan, efek nya Kuah akan menjadi lebih kental, dan bumbu akan meresap sempurna pada daging, luar biasa nikmat nya.

Rawon Nguling dengkul

Kembali ke rawon enak, Rawon Enak pertama yang saya coba adalah rawon dengkul di Rawon Nguling Jl. Cikajang- Jakarta Selatan. Gara-gara nyobain rawon di rumah makan ini lah saya jadi “sembuh” sama Rawon. Rawon Nguling di Cikajang ini adalah cabang ke sekian dari restoran aslinya yang berada di kawasan perbatasan antara Probilinggo dan Pasuruan. Rawon favorite saya disini adalah rawon dengkul nya. Dengkul nya terasa lembut, kuah rawon nya walau gak kental tapi saya suka.

Rawon nguling dengkul

Begitu juga dengan rawon daging nya, sama sekali tidak mengecewakan. Daging nya empuk. Menurut informasi yang saya dapatkan, semua bahan baku, termasuk daging dibawa langsung dari kampung Nguling, sehingga ciri khas rasa traditional nya tetap terjaga. Seperti rumah makan Jawa lain nya, ciri khas yang bisa kita temui adalah side dish yang menggoda di setiap meja, piring-piring yang berisi berbagai macam gorengan tahu, tempe, paru, empal,otak, pergedeng kentang, dll. Tapi khusus Rawon, teman yang cocok adalah telor asin yang wajib kehadiran nya.

Rawon Nguling daging

Jadi yang belum pernah makan rawon, silahkan mencoba dulu jangan memastikan tidak enak dulu. Ade banyak cerita menarik di balik se mangkok rawon, membuktikan bahwa kuliner Indonesia sangat kaya .

Rawon nguling side dish

Rawon Nguling Kebayoran Baru
Jl. Cikajang No. 49
Kebayoran Baru – Jakarta Selatan



3 responses to “Rawon Nguling Cikajang”

  1. […] Rawon Nguling Cikajang […]

  2. VTN says:

    Thanks Feb. Gue kadang liat keluak di supermarket di Indonesia tapi gak tau gimana milihnya. lebih specific dari yg lo tulis itu, gimana kita tau kalo cuma bisa liat kulitnya yg keras itu? Tks

  3. Yang bulan Mei gw ngikut donkkkk. Atau elu mau langsung ke Ngulingnya 🙂 Soalnya kecil dulu makannya langsung di Nguling. Paling demen ama parunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *