Japanese-style lunch

Unagi

Kegemaran mencoba resep-resep dari koleksi buku-buku resep kini menjadi hiburan di tiap akhir pekan saya, giliran kali ini adalah menjajah ranah Jepang. Sedikit nekat juga sewaktu akan mencoba salah satu resep yang kebetulan sekali menjadi favorit saya setiap kali berkunjung ke restoran jepang, namun ga ada salahnya kan ?  toh saya sudah hafal betul dengan rasanya.

Berawal dengan bangganya Febi membawa belut dari pasar bawah bukit tinggi sebagai oleh-oleh dia pulang kampuang dan tantangan dari nya untuk mengolah belut tersebut ala Japanese-style, dengan alasan ga tahan lihat belut gendut-gendut  yang murah dan membayangkan betapa enaknya kalau dimasak ala jepang (Unagi Kabayaki).  Terbayang kan bagaimana NIAT nya Febi menerbangkan belut-belut gendut yang masih segar itu dari Padang ke Jakarta ??? hohohoho….

Oke lah.. langkah awal, kami berdua mulai sibuk membuka-buka koleksi buku resep, dan ditemukan olahan dengan bahan dasar si belut hitam ini, berbekal dengan resep ini meluncurlah kami ke arah blok -M dimana banyak terdapat supermarket jepang, perburuan bahan dimulai, pada awalnya kami terbengong-bengong dengan jejeran botol-botol dengan tulisan kanji (dalam hati saya nyesel banget kenapa waktu di kantor lama tiap nihongo ga pernah serius hiks), duh gimana milihnya ini, akhirnya kami menyerah untuk mengeksplore sendiri deretan botol-botol itu dan menyerahkan semua bahan catatan ke pada mbak penjaga toko yang tampak senyum-senyum karena sedari tadi memperhatikan kami berdua yang celingak celinguk tapi sok tau. arigatō gozai masu mbak J

Dalam proses persiapan pembuatannya, belut ini perlu dilumuri garam supaya lender-lendir yang menempel pada badan belut tersebut dapat hilang sehingga belut itu siap diolah, lalu di kukus setengah matang dan selanjutnya baru di rendam dengan saos jepang mengikuti proses pembuatannya melalui resep yang sudah ada di buku tersebut dan jadilah unag kabayaki ala kami berdua. Agar makan siang ala jepang kami lengkap,  unagi itu kami sandingkan dengan cah toge saos teriyaki dan secangkir ocha panas. Jadilah minggu siang itu kami memindah kan menu restoran jepang ke kamar kos Febi.  Dozo, itadakimasu..

Unagi Kabayaki

Bahan :

–  1 belut besar bone less (buang tulang dan kepalanya)

Ada beberapa cara untuk mengolah belutnya, untuk mendapatkan hasil yang lebih lembut maka belut tersebut melalui proses kukus, namun apabila menginginkan hasil yang lebih renyah belut bisa langsung diolah tanpa dikukus.

Bahan olesan untuk membakar

–          3 tablespoons sake

–          2 tablespoons mirin (sweet rice wine)

–          2 tablespoons Japanese soy sauce

–          4 teaspoons sugar

–          1/2 cup fish stock

Cara Membuat :

– Campur semua bahan olesan diatas dan didihkan, lalu kecilkan apinya sampai campuran sedikit menyusut

– Siapkan pembakaran, olesi masing-masing sisinya dan langsung dibakar hingga warna kuning kecoklatan

– Setelah proses pembakaran selesai, sajikan diatas piring dan dibagi menjadi 4 bagian



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *