Yang manis dari masa lalu

Pada pertengahan Ramadhan kemarin, ioflife.com diundang oleh Kelanarasa yang di gawangi oleh Arie Parikesit untuk menghadiri acara launching produk baru dari sebuah merk Ice Cream terkenal di Indonesia. Tagline acara tersebut adalah Yang Manis dari Masa Lalu.

Salah satu Session dari acara tersebut adalah presentasi oleh Arie mengenai kudapan masa lalu. Begitu piawainya Arie bercerita sehingga para blogger yang hadir sore itu seperti di ajak ke masa silam dengan melihat foto-foto kudapan jamdul seperti selendang mayang, Kipo, bubur sumsum, bubur kampiun, rambut nenek dan masih banyak lagi

Karena presentasi yang memikat itu saya jadi teringat dengan liburan saya dan partner blog saya, Ichil ke kota Jogja pada bulan Juni lalu. Pada liburan kali ini, sengaja kami menyusuri tempat-tempat makan legendaris di Kota Jogja dan sekitarnya.

Pada hari ketiga liburan di Jogja tersebut, kami memilih daerah Kotagede sebagai target petualangan kuliner kami. Bekas ibu kota kerajaan Mataram Islam ini memang banyak menawarkan koleksi daya tarik masa lalu. Tempat yang kami sambangi adalah sebuah toko yang sangat legendaris di daerah Kotagede, toko ini bernama Ngudi Roso. Di toko ini kami menemukan harta karun masa lalu itu, Sebut saja ukel, banjar, widaran, gandos, legomoro, roti kembang waru, roti jahe, sagon, emping, kembang goyang dan wajik. Jujur saja, sebagian besar dari nama-nama yang saya sebutkan tadi tidak semua yang saya kenal dan sayang nya lagi siang itu kami hanya bertemu dengan Kipo, wajik, kembang waru dan roti kacang, tapi itu pun sudah membuat saya merasa beruntung mencoba nya.

Kipo dalam bungkusan
Kipo

Kipo
Kipo1

Wajik
Wajik

Kembang Waru
Kembang Waru

Roti Kacang
roti kacang

Toko sekalian tempat hunian ini masih sangat kental menyiratkan potongan masa lalu. Daun Pintu terbuat dari bilah-bilah kayu yang dibuka pasang satu persatu. Tidak dicat, dibiarkan berwarna asli coklat alami. Papan nama yang menggantung di pojok luar emper toko tampak tua berdebu dimakan oleh jaman. Sangat klasik dan Antik.
Interior

Siang itu saya bertemu dengan Ibu Sakinah, generasi ke empat yang mengelola toko.
ibu

Ibu Sakinah walau sudah terlihat sepuh tapi masih sigap melayani kami dan pembeli lain. Saking antiknya, alat hitung nya pun masih manual yaitu, coret-coretan angka pembelian di atas kertas, ternyata selain sigap melayani, ibu Sakinah juga masih teliti dalam ilmu hitung.
belanja

Hari berikutnya kami berkunjung ke Gunung kidul. Mungkin karena gunung kidul merupakan daerah pegunungan yang kering, tandus dan sulit air, sehingga hanya tanaman singkong saja yang tahan hidup, oleh sebab itu makanan traditional berbahan baku singkong yang menjadi primadona khas gunung kidul, seperti Thiwul.
thiwul

Yu Tum merupakan legenda yang mem-populerkan Thiwul sejak puluhan tahun lalu. Yang membuat thiwul Yu tum ini begitu istimewa yaitu tekstur nya sangat lembut, dengan taburan kelapa parut sebagai penyanding, begitu sensasional, menimbulkan rasa kangen untuk selalu mencoba. Tampilan Tiwul Yu Tum juga sangat unik, yaitu menyerupai bentuk gunung. Thiwul Yu Jum juga bisa hadir dalam bentuk besek, sangat praktis dibawa pulang sebagai buah tangan, katanya bisa tahan hingga lima hari.
thiwul_besek

Kalau mau mencoba sesuatu yang beda, coba pasangkan Thiwul dengan keripik belalang, entahlah bagaimana rasanya, saya tidak punya keberanian mencoba nya. Atau hidangan thiwul menjadi lebih menggairahkan bila disiram dengan jangan lombok atau sayur lodeh Nyam..nyam..nyam

Beralih ke Kota Solo, siang yang menyengat di kota ini membawa mata saya gerobak penjual Es Wedang di lapangan parkir pasar Klewer.
esronde1_s
Tampilan nya yang meriah, menarik hati. Saya menemukan bola-bola wedang, buah kolang-kaling, dan kacang tanah. Rasanya pas dijadikan dessert setelah kita menikmati lezatnya Tengkleng Ibu Edi Gapura Pasar klewer.
esronde_s

Yang manis dari masa lalu berakhir dalam semangkok Es Dawet Telasih Bu Dermi di kios Pasar Gede, Solo. Ibu Dermi dan tiga generasi penerusnya sudah berjualan es dawet satengah abad lama nya di Pasar Gede.
esdawet1_s
Yang unik dari es dawet bu Dermi adalah, campuran telasih atau selasih menggantikan posisi tapai yang umum kita temui dalam setiap campuran es dawet. Pemilihan bahan-bahan yang bermutu menjadikan es dawet Bu Dermi, tidak tersingkirkan. High Recommended.
esdawet_s

Dalam Pasar Gede saya juga menemukan penjual yang menjajakan rebusan makanan yang berasal dari spesies tanaman akar,seperti singkong, uwi, kacang tanah, gembli, gadung dan Ganyong. Walaupun bukan termasuk makanan manis, sayang jika tidak saya sharing, karena menurut saya makanan ini sudah sangat unik dan sudah jarang ditemui.
rebusan

Ada banyak makanan asli Indonesia yang tidak kita ketahui dan hampir punah, kita lah yang bertugas untuk terus melestarikan nya.

Judul cerita saya ambil dari tagline acara luanching produk Ice Cream Dungdung.

Yu jum
Jalan pramuka no.36 wonosari
Gunung kidul.

Ngudi Roso
Jl. Mesjid Besar No.1
Kota Gede



2 responses to “Yang manis dari masa lalu”

  1. veny says:

    Kipo itu apa ya >
    dari pisang kah ?
    roti kacangnya looks yummy

  2. chile says:

    Hi Veny,

    Kipo ini terbuat dari tepung ketan yang diberi suji untuk menghasilkan warna hijau dan daun pandan untuk aromanya, lalu gula merah sebagai isiannya dan kemudain di panggang.
    Nama Kipo ini berasal ketika pertama kali melihat makanan ini dan bertanya “iki opo?” sehingga dikenalah makanan ini dengan kipo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *