Gili Trawangan

Perjalanan menjelajah 3 gili akan dimulai..

Setelah menjemput Yan di Bandara Sela Parang, rencana nya kami akan langsung menyebrang ke Gili Trawangan dari pantai Senggigi, untuk itu kami menyewa sebuah kapal nelayan, dengan tariff Rp.175.000. Sebenarnya untuk menuju ke gili trawangan tidak harus menyewa perahu sendiri tapi dapat menggunakan perahu umum yang di gunakan penduduk dengan tarif Rp.12.000 dari pelabuhan Bangsal yang jaraknya kira-kira 15 km dari pantai Senggigi. Kami memilih menyewa perahu sendiri dengan alasan hari sudah sore dan kami juga ingin merasakan sensasi menyusuri pantai senggigi dengan perahu layar.

kapal di gili

Tapi ternyata pilihan kami untuk menyebrang di sore hari adalah keputusan yang salah, karena semakin sore ombak semakin besar. Perahu yang kami sewa terombang-ambing di buai ombak yang nakal dan sesekali ombak besar menghantam perahu, membuat saya tidak bisa menikmati pemandangan indah
sepanjang pesisir pantai senggigi. Di Tambah dengan tidak ada nya pelampung di kapal itu, membuat perjalanan sore ini tarasa lama sekali buat saya.

Ternyata kepanikan itu hanya saya sendiri saja yang merasakannya, karena ditengah hantaman ombak itu saya mendengar Yan masih sibuk bertelepon ria mengatur jadwal acara pada salah satu stasiun tv tempat dia bekerja sebagai programming tv. Harry dan Ichil sibuk mengabadikan objek indah dengan
kamera nya masing-masing. Sedangkan saya, sibuk berdoa semoga selamat sampai di gili Trawangan.

pantai gili

Akhirnya perjalanan dag dig dug selama satu jam itu berakhir juga, rasa takut saya sedikit hilang ketika saya sudah melihat penampakan gili trawangan di kejauhan dan rasa takut selama satu jam terbayar ketika saya melihat matahari terbenam tepat di balik gili terawangan, bagaikan ucapan selamat datang buat saya.

pantai gili1

Menurut buku Lonely Planet edisi Indonesia yang saya baca, trio gili : Meno , air dan trawangan adalah tiga pulau yang wajib di kunjungi jika datang ke pulau Lombok, dengan alasan : pasir putih, laut biru, pemandangan bawah laut dan akomodasi yang murah, di tulis juga dalam buku itu ,trio gili seperti surga bagi pelancong dengan budget pas-pas an. Mungkin untuk beberapa tahun yang lalu statmen itu ada benar nya, tapi sekarang sudah banyak vila dan hotel mahal di Gili Trawangan.

pantai gili 2

Dan masing-masing gili itu mempunyai karasteristik nya masing-masing, jika ingin menyepi sambil menikmati pemandangan laut yang menakjubkan, gili Meno yang cocok, di antara ketiga gili ini, gili meno memang yang paling sepi, hanya ada beberapa cottage disana. Jika ingin puas menikmati indah nya pasir putih dan hamparan terumbu karang, pilih lah gili air, walau tidak se sepi gili meno tapi fasilitas umum di gili air masih kurang. Dan untuk gili trawangan, gili ini mendapat sebutan party island, karena terdapat banyak café and bar, hotel juga pub-pub yang bertebaran di gili trawangan.

pasukan sepeda

Diantara ketiga gili itu kami memilih menginap di gili terawangan, dengan pertimbangan fasilitas nya yang sudah lengkap dan lagi pula kami juga akan mengikuti tour tiga gili besok hari nya. Setelah boat yang kami sewa merapat di dermaga kayangan, kami menuju hotel dengan menggunakan jasa cidomo karena tidak ada kendaraan bermotor di gili ini, untuk keperluan transportasi masyarakat dan wisatawan menggunakan sepeda atau cidomo.

Beruga

Selama di gili trawangan, kami di jamu oleh sahabat saya Topan untuk menginap di cottage nya, nama cottagenya Matahari In. Setelah check in dan berkenalan dengan pengurus cottage yang akan membantu kami selama di Gili trawangan, kami langsung menuju ke pantai, walaupun matahari sudah tenggelam Yan dan Ichil tetap ngotot mau berenang, tidak kuat melihat biru nya laut. Harry memilih untuk bermain dengan kamera nya, sedangkan saya, puas memandang cowok-cowok bule berenang dengan latar belakang temarang senja.

bermain pasir

berjalan di pantai

Ketika malam mulai larut, kehidupan gili trawangan pun berubah, sepanjang bibir pantai banyak restaurant yang menawarkan sajian makan malam yang sangat memikat dengan menu seafood, namun tidak melulu hanya restaurant besar yang memadati gili trawangan ada pula beberapa cafe kecil yang hanya menyediakan makan dan minuman ringan namun suguhan live music yang menjadi pemikatnya. Sebagai penghantar tidur malam ini, kami dengan 2 sahabat menjatuhkan pilihan untuk menghabiskan malam dengan mendengarkan live music dengan aliran reggae, alangkah serunya memang malam di gili ini….

hangout at gili

always coca-cola

Bersambung ke cerita pesona tiga gili ….



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *