Bukber Bareng Blogger

Rezeki Ramadhan, kami menyebutnya seperti itu. Selama bulan Ramadhan ini www.ioflife.com mendapat beberapa undangan ber buka puasa bersama. Salah satu nya di senin sore kemarin, kami menyambangi Rempah-Rempah Restoran di  daerah Senopati untuk menghadiri undangan buka puasa bersama yang datang dari Arie Parikesit (owner dari Kelana Rasa) dan Alchemy, dengan tema acara, Ramadhan bersama Yang Manis dari Masa Lalu. Acara ini merupakan event untuk memperkenalkan rasa baru dari Walls Ice cream yang akan segera launching ke pasaran.

Tidak bisa dihindari, macet nya jalan membuat kami sedikit telat, kami mendapati Restoran Rempah-Rempah sudah ramai oleh para undangan, Arie sebagai tuan rumah yang baik mempersilahkan kami untuk langsung menikmati Tajilan yang sudah di sediakan, segarnya Es Cincau Adem dan keroket ayam segera kami nikmati.

Pada meja yang lain saya melihat menu buffet yang sudah tersaji, semua hidangan adalah menu dari Restoran Rempah-Rempah. Jujur saja, walaupun saya sering melewati Jalan senopati ini, tapi baru kali ini saya mampir. Restoran Rempah-Rempah adalah Restoran yang mengusung menu traditional Indonesia, hal ini bisa terlihat dari pilihan menu yang sudah dipersiapkan. Sop Senggang Halimah hadir sebagai appetizer untuk menu utama terdapat Balado Limbat, abon Tembakau Deli, ayam rempah, selat melayu dan bakwan jagung sebagai pelengkap. Entah kenapa menu-menu tersebut sangat “ber-bau” Sumatra, saya jadi merasa akrab. Contoh nya Balado Limbat, saya jadi teringat masakan mama di rumah yang sering dapet kiriman Limbat (sejenis ikan lele bertubuh panjang dengan warna kekuningan) dari saudara kami di Riau. Balado Limbat ini sendiri adalah ikan limbat yang sudah melalui proses pe-ngasapan sehingga menghasilkan teksutr daging ikan yang crunchi ketika di goreng dan tentu saja rasa Smooky sebagai bonus. Secara keseluruhan saya merasa nyaman menikmati semua hidangan, meskipun lidah saya berkata perpaduan bumbu dari setiap menu terasa malu-malu. Tapi saya akan sengaja datang kembali ke sini untuk menikmati Restoran Rempah-Rempah.

Thefood

Acara diskusi di mulai, dibuka oleh Mbak Arletta Danisworo yang cantik sebagai MC, dengan nara Arie Parikesit Owner Kelanarasa, Ratna Soemantri yang baru saja mengeluarkan buku tentang teh sebagai dessert specialist dan mbak Nuning selaku brand Manager Marketing dari Walls. Sesuai dengan tema acara yaitu Ramadhan bersama Yang Manis dari Masa Lalu,  Diskusi mengalir dengan pembahasan  kudapan yang dulu pernah akrab dengan kita semasa kecil, yang mungkin sekarang sudah jarang kita temui.

Arie Parikesit dengan piawai nya bercerita mengenai kudapan-kudapan masa lalu tersebut, kami seperti di ajak ke masa kecil dengan melihat foto-foto selendang mayang, Kipo, bubur sumsum, bubur kampiun, rambut nenek dan masih banyak lagi. Saya jadi teringat dengan penjual es bubur sumsum langganan saya waktu masih kecil yang setiap sore lewat di depan rumah saya dulu, entah kapan saya terakhir makan bubur sumsum itu, kangen rasanya.

Thespeaker

Diskusi berjalan seru dan akrab, Ratna soemantri dengan keahlian nya sebagai dessert specialist menceritakan kepada undangan mengenai sejarah Ice Cream dan jenis-jenis ice cream yang ada, termasuk es krim dundung yang menjadi warisan kuliner asli Indonesia dan kita patut bangga akan itu. Hal tersebut yang juga di jelaskan oleh mbak Nuning selaku Brand Manager Marketing dari Walls yang akan melaunching produk terbaru mereka yaitu Es Dungdung dengan dua pilihan rasa yaitu rasa nangka dan rasa Es kelapa Muda, sangat Indonesia sekali.

Rasa Kelapa Muda

coconut es

Rasa Nangka
Nangka

Memori saya dengan es dungdung tidak terlalu banyak, selain rasa nya yang bukan rasa es krim “pabrik”. Berbeda dengan Ichil yang punya cerita seru tentang es Dundung. Ichil yang asli orang Klaten bercerita kalau dia pernah datang di perkampungan warga klaten yang berada di sekitar pisangan Jakarta timur, dimana dalam kampung tersebut rata-rata adalah tukang es dungdung. Kunjungan hari itu sangat berkesan sekali buat ichil, karena pada kesempatan itu dia melihat proses pembuatan es dungdung dalam 1 termos yang akan dimasukan kedalam gerobak es yang akan di jajakan, sangat inspiratif begitu katanya. Sehingga begitu sampai dirumahnya dia punya obsesi sebagai orang klaten harusnya juga bisa membuat es tersebut, dengan semangat tingginya maka jadilah 1 hari penuh dia mempraktekan ilmu yang didapatnya, bermodal ember cucian, panci stainless, bongkahan es balok dan garam krasak, serta semangat memutar panci tersebut maka pada malam harinya bisa dipastikan seluruh keluarga ichil bisa menikmati es dungdung homemade, yang menurut ichil versi royal karena taburan kelapa mudanya yang tidak pelit.

Kembali ke Es Dungdung dari Walls, dari dua rasa yang mereka keluarkan, saya lebih menyukai rasa Es kelapa Muda, menurut saya rasanya lebih original. Tapi secara keseluruhan saya merasa senang dengan di launching nya es dungdung oleh Walls, karena dengan keluarnya produk es yang mengusung tema traditional dapat menjadi langkah awal untuk memperkenalkan rasa es yang asli Indonesia kepada generasi kita selanjutnya, yaitu es dengan bahan dasar santan bukan susu yang mungkin biasa mereka nikmati. Walaupun demikian karena saya terbiasa dengan rasa es dungdung dengan tekstur dan rasa yang sangat traditional, maka es dungdung keluaran walls ini masih dibawah harapan, karena teksturnya masih terlalu lembut sehingga masih tampak seperti ice cream, selain itu rasa gurih santannya yang biasa saya temukan di es dungdung traditional sepertinya tertutupi dengan aroma essence dan rasa manis yang berlebih.

Setelah diskusi yang menarik, acara dilanjutkan dengan acara games, yaitu tantangan menghias Es krim dundung, yang di ikuti oleh tiga kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari dua orang. Saya dan Jenz turut serta, dan beruntung es krim karya kami mendapat juara pertama, sehingga saya dan Jenz mendapat masing-masing satu paket bingkisan dari cemil cemil. Selain tantangan menghias es krim, juga ada twitter contest. Acara malam ini berjalan dengan sukses, kami yang hadir sangat menikmati acara yang berlangsung.
the winner

Selamat buat Kelanarasa dan Alchemy, yang telah sukses membuat acara buka puasa bersama ini. Terima kasih kepada Walls, Kelana Rasa, Alchemy, Rempah-Rempah dan Cemil-cemil yang menjadikan malam ini sempurna, Dan kesempuranaan itu juga hadir dalam dua box es dungdung dalam frozen goodie bag yang kami bawa pulang.



One response to “Bukber Bareng Blogger”

  1. indrahalim says:

    nyam nyam sekali..ada hadiahnya lagi..selamat ya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *