Bromo – Safari Malam

Indonesia memiliki banyak gunung berapi yang masih aktif, salah satu nya adalah gunung Bromo.

Walau begitu saya mengelompokkan gunung Bromo kedalam gunung wisata, yang artinya kita tidak perlu persiapan khusus untuk mendaki gunung ini,  yang dibutuhkan hanya jacket tebal dan sedikit kekuatan fisik dan tidak membutuhkan waktu lama, cukup beberapa jam saja kita sudah bisa menikmati keindahan gunung Bromo.

Bromo

Menurut wikipedia, Gunung Bromo berasal dari bahasa Sanskerta: Brahma, yaitu salah seorang Dewa Utama Hindu, gunung Bromo merupakan gunung berapi yang masih aktif,  yang mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut, bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi.  Gunung bromo terkenal dengan keindahan matahari terbitnya, dari sini kita bisa melihat pemandangan matahari terbit paling indah dimuka bumi ini.

Kunjungan saya dan Ichil ke Bromo bulan November ini merupakan rangkaian dari trip kami ke jawa timur dalam mengisi liburan akhir tahun. Kami menggunakan jasa operator dari Helios hotel Malang dan mengambil paket Helios Land rover Paket tour, dengan perjalanan sebagai berikut : Trekking Pananjakan – Sunrise tour – Bromo –Savanah – Waterfalls – candi kidal.

Malang, 00:00 WIB :

Sesuai dengan perjanjian dengan pihak tour Helios, untuk perjalanan hunting sunrise ke Bromo ini kami akan dibangunkan tepat jam 12 malam. Untung nya malam itu walau sempat berkeliling kota Malang, saya, ichil dan Evie masih sempat tidur sebentar sebagai persiapan kami untuk midnight tour bromo ini. Kami mempersiapkan keperluan untuk melawan hawa dingin di puncak bromo dengan menggunakan base layer, kaos lengan panjang, jacket tebal dan kaos kaki tebal. Lalu kami menuju ke parkiran hotel Helios, disana sudah menunggu sebuah land rover dan Bapak Harry supir yang akan menemani kami malam ini.

We start to bromo

Memang salah satu alasan kami memilih Helios sebaga operator yang akan membawa kami ke Bromo adalah land rover nya ini, tidak seperti kebanyakan orperator lain yang hanya menggunakan mobil jeep biasa, Helios tour menggunakan mobil land rover yang mesin nya sudah di modifikasi menggunakan mesin truk sehingga bisa melewati jalur-jalur yang terjal dan bisa melintasi padang pasir Bromo bahkan dalam keadaan badai sekalipun, oleh sebab itu Helios Tour merupakan satu-satunya jasa tour yang bisa melewati jalur tumpang.

Malang, 00:30 WIB

Akhirnya kami berangkat, petualangan dimulai. Ini adalah pengalaman saya naik mobil land rover, awalnya saya sudah membayangkan betapa tidak nyaman nya berada dalam mobil ini, tapi teryata saya salah, dari 4 buah jumlah kursi di bagian belakang, dua buah kursi di isi oleh saya dan Evie dua kursi sisa dipergunakan untuk barang, sedangkan ichil duduk di depan samping pak supir, sehingga kami tidak perlu sempit-sempitan dalam mobil ini. Getaran mobil juga tidak terasa kencang dan pihak Helios juga membekali kami dengan beberapa botol aqua dan roti sebagai makanan kecil.

Untuk menuju Bromo ini sebenar nya ada beberapa jalur dan Helios menggunakan jalur tumpang. Karena memang sudah tengah malam kota Malang sangatlah sepi, hanya sesekali kendaraan yang kami jumpai, semakin keluar kota suasana makin sepi. Karena gelap  kami tidak bisa melihat pemandangan di kanan kiri jalan, yang saya yakini pasti sangat lah cantik, kami hanya bisa merasakan jalan yang berkelok-kelok, turunan dan tanjakan yang terjal. Menurut informasi yang kami dapatkan, karena terjal nya jalan, hanya Helios satu-satunya operator yang memilih jalur tumpang ini, karena mereka memiliki mobil land rover yang kuat untuk medan seperti ini, memang kami melihat beberapa kali Pak Harry harus perlu mengambil ancang-ancang terlebih dahulu untuk jalanan menanjak atau untuk belok karena saking extrim nya tanjakan atau tikungan. Kami menikmati sekali perjalanan ini, perjalanan ini bisa diibaratkan cross country yang dilakukan pada tengah malam, seru sekali.

Padang pasir,  02:00 WIB

The jeep

Setelah lama berselang, saya merasakan udara semakin dingin, saya langsung melapisi kaos lengan panjang saya dengan jacket tebal. Perbedaan cuaca ini menandakan bahwa kami sudah dekat ke kaki gunung Bromo. Ternyata dugaan saya benar, saya merasakan land rover yang kami tumpangi berlari kencang melintasi padang pasir, kendaran kami satu-satunya kendaraan yang melintas, sinar terang hanya berasal dari sorotan lampu mobil kami, di kanan kiri jalan hanya gelap mencekam.

Tiba-tiba Bapak Harry memberhentikan mobil nya dan menawarkan kami turun, kami pun tidak menyia-nyiakan tawaran itu, merasakan sensasi berdiri di hamparan padang pasir di bawah taburan jutaan bintang dilangit gelap, suasana begitu syahdunya yang terdengar hanya deru angin seperti berbisik kepada kami, ya kami memang sedang berada di tengah – tengah pasir berbisik. sebuah pengalaman yang menakjubkan.

Sayang kami tidak bisa berlama-lama diluar, udara dingin terasa menggigit dan hembusan angin pun semakin kencang, Bapak Harry menyuruh kami segera masuk kembali ke dalam mobil. “Ada badai pasir” katanya, jangan bayangkan badai pasir ini seperti badai tornado di film-film, badai pasir hanyalah hembusan angin yang sedikit kencang sehingga menerbangkan pasir-pasir yang ada, badai pasir tidak sampai membuat luluh lantah alam sekitar. Dari dalam mobil, kami melihat gulungan pasir yang meliuk-liuk dengan gemulai, yang membuat saya terpana adalah cahaya lampu mobil yang menyorot ke gulungan pasir memberi efek warna kuning, saya seperti melihat butiran emas sedang menari-nari di depan mata, indah sekali. Puji syukur atas kebesaran Tuhan pencipta langsung terucap dalam hati.

Pananjakan, 02:30 WIB

Setelah perjalanan melintasi padang pasir, kini tiba lah kami di … . tampat ini merupakan pintu gerbang menuju pananjakan dua. Pananjakan dua adalah salah satu spot yang ada di gunung Bromo untuk melihat matahari terbit, hal ini dikarenakan lokasi nya yang cukup tinggi. Dari tempat parkir dibawah, kami terlebih dahulu harus berjalan kaki selama 15 menit untuk sampai disini, dengan kondisi jalanan menanjak.

Ternyata kami adalah orang pertama yang sampai di pananjakan dua ini, bahkan sampai penjual minuman saja belum ada. Dalam keadaan udara yang sangat dingin kami harus menunggu cukup lama untuk menanti matahari terbit. Tapi bagusnya, kami bisa memilih posisi paling bagus untuk hunting sunrise ini. Akhirnya satu persatu orang berdatangan, warung-warung kecil penjual makanan dan minuman juga mulai berjualan. Saya langsung memesan susu jahe panas dan pisang goreng sebagai pelawan dingin.

warung penghangat

Tampak dikejauhan deretan lampu-lampu dari mobil jeep pengunjung seperti berkejar-kejaran. Suasana yang tadinya sepi sekarang berubah menjadi sangat ramai seperti sebuah pasar. Orang-orang yang baru datang berusaha mendapatkan tempat terbaik untuk melihat sunrise. Ternyata ada bagusnya datang lebih awal seperti kami.

Cerita Selanjut nya : Bromo Surise



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *