Lontong cap gomeh dari Cikini

Rasanya baru kemarin, saya di “culik” oleh moderator milis JS, Arie Parekesit untuk datang ke warung makan ini. Saat itu padatnya lalu lintas dari Mampang kantor saya untuk menuju kawasan Cikini tidak menghalangi saya demi sepiring Lontong Cap Go Meh yang sangat legendaris dari warung makan Gado-gado/Asinan Cikini, jakarta pusat yang merupakan rekomendasi dari Bapak moderator yang “menculik” saya tadi.

Peristiwa tersebut terjadi hampir enam tahun yang lalu namun sangatlah membekas, dan hingga kini kalau saya lagi kepingin makan lontong cap go meh yang enak, dapat dipastikan saya akan meluncur ke jalan Cikini IV, dan segala keinginan mendalam akan lontong cap gomeh akan terbayar.
Di jalan ini pun terdapat sebuah rumah makan yang sangat legendaris di Jakarta, yaitu gado-gado bonbin. Gado-gado ini sudah ada sejak tahun 1954, sudah tua bukan? namun jika berbicara tentang usia, saya berpendapat rumah makan Asinan Jakarta tidak kalah tua dengan rumah makan gado-gado Bonbin.
The Store
Hal ini sudah bisa langsung dirasakan ketika masuk kedalam rumah makan. Seorang nenek dengan jalan tertatih-tatih menyambut kami dengan ramah. Deretan kursi besi yang sudah ber umur mendominasi dekorasi warung. Pada setiap meja terdapat Klethikan, seperti peyek kacang, kerupuk rambak dan kremes, mengingatkan saya akan warung makan – warung makan legendaries di Jawa, hanya saja saya tidak melihat deretan kalender-kalender sponsor terpampang di seluruh dinding yang biasanya menjadi ciri khas rumah makan ber-umur di Jawa.

Siang itu saya pesan menu Lontong Cap Go Meh dan Asinan Jakarta. Sebenar nya selain dua menu yang saya pesan tadi, ada satu lagi menu andalan di warung makan ini, yaitu nasi ramesnya. Hal ini terbukti selama kami makan, banyak pesanan nasi rames buat di bungkus, mungkin pesanan karyawan perkatoran yang banyak terdapat disekitar Cikini.

Asinan Cikini
Untuk Asinan Jakarta, tidak seperti asinan Bogor yang berkuah bening, tekstur kuah asinan Sayur Jakarta sedikit kental karna ada campuran saus kacang. Sayurannya segar, ada timun, kol, slada, potongan tahu putih, sayur asin dan butiran kacang tanah. Rasa Manis, asam, pedas ditambah krupuk mie yang kriuk-kriuk, Nikmat tiada tara.
Menurut wikipedia, Lontong Cap Go Meh adalah makanan khas Jawa yang mengambil nama Tionghoa. Makanan ini berbentuk lontong yang diberi opor dan sambal goreng lengkap. Lontong ini sebenarnya bukan hanya dimakan bersamaan pada perayaan Cap Go Meh, namun telah menjadi makanan sehari-hari di kalangan masyarakat Jawa.
Lontong Cap Gomeh Cikini
Di warung makan ini, jika kita memesan satu porsi Lontong Cap Go Meh, selain lontong dan sayur labu siam kita akan menemukan satu potong ayam opor, satu potong daging empal, satu butir telur pindang dan orek tempe kita. Porsi yang sangat mewah bukan ?
Biasanya, yang menjadi ciri khas masakan ini adalah taburan bubuk kelapa dan bubuk kedelai, tapi saya tidak menemukan nya pada Lontong Cap Go Meh ala Cikini ini, sebagai ganti nya saya berjumpa dengan siraman dedak rendang yang menggugah selera . Menikmati satu per satu item yang di tawarkan dalam sepiring lontong cap Gomeh di warung makan cikini ini saya seperti sedang berpetualang rasa.

Gado-Gado / Asinan Cikini
JL. Cikini IV, Jakarta Pusat



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *